Saturday, 22 September, 2018 - 09:15

Ditolak di Sejumlah Daerah, Forum 2019 Ganti Presiden Bakal Deklarasi di Palu

KONFERENSI PERS - Panitia deklarasi melalui konferensi pers memastikan akan menggelar deklarasi 2019 Ganti Presiden di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Targetnya 20 ribu orang dari berbagai daerah, Rabu 12 September 2018. (Foto: Tahmil Burhanuddin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Forum 2019 Ganti Presiden bakal menggelar deklarasi akbar di Kota Palu, Sulawesi Tengah dalam waktu dekat ini. Meski deklarasi serupa yang menghadirkan tokoh perempuan Titi Widoretno Warisman atau lebih dikenal dengan nama Neno Warisman itu ditolak di sejumlah daerah. Namun panitia deklarasi memastikan melakukan berbagai upaya agar kelangsung deklarasi di Sulawesi Tengah bakal kondusif.

Ketua Panitia Deklarasi Ustad Citrawan memastikan, pihak panitia deklarasi akan tetap melaksanakan deklarasi tersebut.

“Insya Allah akan dihadiri oleh inisiator pusat bunda Neno Warisman dan kawan-kawan. Dan waktu deklarasinya di bulan September 2018 ini,” ujar Citrawan saat melakukan konferensi pers, Rabu 12 September 2018.

Forum 2019 Ganti Presiden yang didukung oleh sejumlah ormas seperti Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (DPD FPI) Sulteng, Wanita Islam Alkhairat (WIA), serta Laskar Pembela Islam (LPI) itu menyebut, akan lebih mengedepankan aspek keamanan, kedamaian dan situasi yang kondusif dalam pelaksanaan deklarasi.
 
Menurut Citrawan, kegiatan tersebut merupakan deklarasi yang sah secara konstitusi. Sehingga, bagi masyarakat Kota Palu yang ingin bergabung tidak perlu merasa takut.

“Kita menyadari juga ada aksi kontra terhadap tagar (#)2019 Ganti Presiden. Kami hargai bahwa itu adalah hak konstitusi, mereka pun memiliki hak. Tapi kami harapkan jangan sampai nanti ini merusak tatanan kerukunan bersama. Kemarin kita menyayangkan adanya pembakaran baju 2019 Ganti Presiden yang selayaknya tidak dilakukan,” ujarnya.

Dia berharap saat deklarasi nanti tidak ada aksi penolakan seperti yang terjadi di sejumlah daerah.

“Jika ada yang ingin turun aksi penolakan silakan, tapi dihindari untuk berbenturan dengan masa aksi yang lainnya,” katanya.

Sementara itu, Sekjen WIA Sakina Aljufri menyebut kedatangan Neno Warisman di Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu harusnya disambut dengan baik. Karena sebagai tuan rumah, tentunya setiap ada tamu patut disambut dengan baik.

“Kita tentu harus menyambutnya dengan welcome, dengan menyambutnya ahlan wa sahlan. Tentunya kita harapkan juga masyarakat Sulawesi Tengah kita ciptakan suasana yang kondusif, suasana yang indah, suasana kebersamaan bahwa #2019GantiPresiden itu dilindungi juga oleh undang-undang, hak asasi ya, hak konstitusional,” ujarnya.

Oleh dan sebab itu, ia mengharapkan kedatangan Neno Warisman nanti tidak ada aksi persekusi, serta hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

Pihak panitia juga berharap semua elemen bisa lebih dewasa dalam menyikapi segala sesuatu dengan tidak saling mengganggu. Termasuk terkait deklarasi tersebut.

Untuk tempat dan waktu kegiatan, pihak panitia deklarasi masih merahasiakan. Alasannya, untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan.

Namun, panitia sudah memiliki dua tempat yang bakal digunakan saat deklarasi. Kedua tempat tersebut masih dalam proses pemberitahuan dan izin. Mengenai kepastian waktu deklarasi, pihak panitia memastikan akan mengumumkannya saat H-7 kegiatan.

“Seusai Juknis pusat, H-7 kita akan publikasikan soal tanggal dan tempat untuk menjaga segala kemungkinan,” ujar panitia deklarasi itu.

Dipastikan deklarasi akan berlangsung bulan September 2018 ini.

Diperkirakan kegiatan itu akan dihadiri oleh massa dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah. Pihak panitia menargetkan massa mencapai 20 ribu orang. 


Editor: Masruhim Parukkai