Monday, 28 May, 2018 - 05:33

Dituduh Rusak Meteran dan Didenda Rp13 Juta, Pelanggan Ancam Gugat PLN Palu

ILUSTRASI - Petugas PLN memeriksa meteran listrik salah satu pelanggan. (Foto: Ist)

Bagaikan petir di siang hari. Begitu kira-kira perasaan yang dialami pelanggan listrik yang satu ini. Secara tiba-tiba diharuskan membayar denda Rp13 juta atas sebuah pelanggaran, yang menurut dia tidak dilakukannya.

ADALAH Asludin Hatjani, salah satu pelanggan listrik di Palu, mengaku kaget ketika menerima surat pemberitahuan dari PLN Palu yang mengharuskan dia membayar denda sebesar Rp13 juta.

“Menurut pihak PLN Palu, katanya meteran listrik saya terbalik, karena itu saya harus dihukum membayar denda sebesar Rp13 juta,” katanya kepada Metrosulawesi, Sabtu 3 Maret 2018.

Meteran listrik yang bermasalah itu katanya, berada di Jalan Bali No 1 Palu. Rumah itu katanya, adalah peninggalan almarhum Hasra Hatjani, yang diwariskan ke dirinya. Usia rumah itu sudah sangat tua, sehingga perlu renovasi total. Untuk keperluan itulah katanya, pihaknya telah dibongkar bangunan lama rumah tersebut.

Meteran listrik di rumah itu katanya, tetap terpasang seperti biasa. Hanya letaknya saja dipindahkan ke salah satu rumah kos miliknya yang ada di belakang. 

“Listrik di meteran itu sudah tidak terpakai. Makanya, sekitar empat tahun ini, saya hanya membayar biaya beban saja. Saya sengaja tidak mengembalikan meteran listrik itu ke PLN, karena suatu saat nanti, ketika bangunan barunya sudah jadi, meteran itu akan tetap dipasang lagi. Jadi saya tidak perlu bermohon baru,” ujarnya.

Tiba-tiba katanya, pada Februari lalu dirinya menerima surat PLN yang isinya harus membayar denda Rp13 juta, akibat dari putaran meteran terbalik. 

“Saya keberatan dengan terhadap klaim PLN, bahwa kami dituduh melakukan pelanggaran dengan menyetel meteran agar berputar terbalik,” ujarnya.

Perlu diketahui kata Asludin, pihaknya memiliki sambungan listrik sebanyak 19 buah yang terpasang di rumah kos. 

“Kalau saya mau berniat jahat, kenapa tidak sekalian saja semua meteran listrik itu saya balik,” katanya kesal.

Bisa saja katanya, meteran itu sudah rusak, karena usianya sudah mencapai puluhan tahun. Karena meteran itu sudah terpasang sejak sekitar tahun 1970-an.

Asludin yang juga berprofesi sebagai advokat itu, meminta agar permasalahan itu diselesaikan secara bijak.  Karena memang dirinya sama sekali tidak melakukan pelanggaran sebagaimana dituduhkan pihak PLN.

“Tapi jika kami dipaksa harus membayar denda atas kesalahan yang tidak kami lakukan, maka kami tidak akan melaksanakannya, dan kami terpaksa akan menempuh langkah hukum untuk penyelesaiannya,” ujarnya.

Metrosulawesi yang mencoba mengkonfirmasi ke bagian Humas  PLN Area Palu, Senin 5 Maret 2018, tidak berhasil.  

“Masih rapat pak,” ujar salah seorang karyawan PLN Palu. (din/mic)

Tags: