Friday, 28 April, 2017 - 07:09

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Dokter Mogok, Pasien RSUD Ampana Telantar

TUTUP PELAYANAN - Loket pelayanan RSUD Ampana tutup saat dokter di rumah sakit itu melakukan mogok kerja, Rabu 1 Februari 2017. (Foto : Harris Wartabone/ Metrosulawesi)

Ampana, Metrosulawesi.com – Dokter yang bertugas di RSUD Ampana mogok kerja, Rabu 1 Februari 2017. Akibatnya, ratusan pasien yang sudah antri sejak pagi terpaksa tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya.

Informasi yang diterima media ini para pasien tersebut sejak pagi  pukul 7.30 wita sudah melakukan pendaftaran di ruang registrasi untuk melakukan pemeriksaan. Namun tak satupun dokter yang datang di RSUD Ampana.

Karena tak ada dokter, pegawai dan perawat terpaksa menutup loket pelayanan. Sebagian dari staf rumah sakit hanya terlihat duduk-duduk saja.

“Saya disini datang sejak pagi bersama anak saya. Kami sudah lama menunggu  kondisi saya sangat lemah, tapi kami tak menerima informasi kalau dokter mau praktek atau tidak dan hanya disuruh menunggu,“ ungkap Ibu Fatma, warga dari Desa Dolong Walea Kepulauan.

Yamin juga mengalami hal serupa. Pria paruh baya itu terpaksa menahan demam sambil duduk di salah satu sudut ruang RSUD Ampana.

Informasi yang diperoleh Metrosulawesi, dokter melakukan aksi mogok kerja sebagai protes dana tunjangan dan jasa medis yang belum dicairkan oleh Pemda Kabupaten Touna. Akibat aksi ini, ratusan pasien telantar dan kebingungan melihat seluruh tim medis meninggalkan mereka tanpa ada kepastian.

“Dari info yang kami dengar bahwa gaji dokter dijanjikan akan dibayar pada tanggal 1 Januari 2017. Nah ini sudah masuk bulan Februari mereka belum menerima gaji, sehingga mereka melakukan mogok,“ ungkap salah satu pegawai RSUD yang enggan disebutkan namanya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.