Sunday, 17 December, 2017 - 08:26

Donggala Akan Gelar Cinema Festival 2016

Sudut Kota Donggala. (Foto : Ist)

Donggala, Metrosulawesi.com - Komunitas Donggala Heritage dan Dewan Kesenian Donggala, akan melaksanakan event budaya dengan tajuk Donggala Cinema Festival 2016.

Ini merupakan event pertama kalinya sebuah festival tentang cinema di Sulawesi Tengah, yang diharapkan menjadi salah satu festival kreatif dan bermutu yang merepresentasikan keragaman kultural, inovasi dan pencapaian kreatif dalam film.

“Program dari Donggala Cinema Festival 2016 ini mencakup beragam kegiatan, antara lain Pameran Seni, pameran fotografi tentang mandor pelabuhan dan aktivitas buruh, One-Act Plays, Musik dan Workshop Film serta tentunya pemutaran film-film terbaik dari Indonesia dan mancanegara,” ungkap Zulkifly Pagessa salah satu penggagas Selasa 15 November 2016.

Menurutnya, misi dari Donggala Cinema Festival ini, berusaha mendorong transformasi dari masyarakat di Kota Tua Donggala, melalui kekuatan film dan bioskop sebagai ruang transformasi sosial dan kultural.

Festival ini merayakan warisan budaya Kota Tua Donggala, dimana sejarah bioskop dan film bermula ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sosial-kultural secara kolektif ditengah masyarakat.

Karena itu pula, kata Zulkifly, dalam festival ini akan bekerja bersama dengan para film maker, seniman, musisi serta pakar dan praktisi film untuk menggelar workshop tentang edukatif film dan film screening serta menyajikan keunikan dan keragaman budaya Kota Tua Donggala.

“Ini merupakan event yang merayakan film dan bioskop sebagai bagian dari sejarah dan kultur urban Kota Donggala, salah satu kota pelabuhan penting di wilayah timur Nusantara di masa lampau. Seperti halnya kota-kota pelabuhan bersejarah lainnya, film dan bioskop telah menjadi bagian dari tradisi dan kutur masyarakat di Kota Donggala,” jelas Zukifly pada wartawan.

Menurut Jamrin Abubakar yang menangani pameran fotografi, akan menampilkan 20 foto mandor yang pernah berjaya di pelabuhan Donggala, serta berbagai aktivitas. Sejak beberapa bulan lalu, ada puluhan foto tokoh-tokoh buruh pelabuhan Donggala yang telah dikumpul dari ahli warisnya yang akan ditampilkan untuk diketahui generasi muda masa kini, yang tidak semapat menangalami kejayaan pelabuhan Donggala yang kini tinggal kenangan.

Maksud dan tujuan festival cinema ini mendapat dukungan dari pekerja seni dari Belanda, melalui Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, serta beberapa lembaga budaya.

Diantara maksud dan tujuannya yaitu, merayakan bioskop dan film sebagai bagian dari identitas, warisan kota dan kultur urban Kota Donggala, yang unik dan khas serta memberikan informasi sejarah Kota Donggala yang dikemas dalam sebuah festival film.

"Menyerukan tindakan dan upaya penyelamatan dan pelestarian bangunan-bangunan tua yang bernilai sejarah sebagai warisan kultural di kawasan Kota Tua Donggala. Terutama bermaksud menumbuhkan kembali ingatan-ingatan kolektif dan apresiasi publik terhadap film dan bioskop sebagai ruang sosial, ekonomi dan kultural demi menguatan kembali ikatan sosial ditengah masyarakat Kota Donggala," kata jamrin.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.