Friday, 22 June, 2018 - 13:37

Dorong Kemajuan Sulteng Berbasis Teknologi

Moh Hidayat. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Sekertaris Daerah Provinsi Sulteng, Moh Hidayat Lamakarate menginginkan Sulawesi Tengah, bisa menjadi contoh daerah maju berbasis teknologi informatika. Hal ini disampaikannya melalui orasi ilmiah di wisuda Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Adhi Guna Palu Angkatan XVI di Hotel The Best Western, Sabtu, 3 Februari 2018.

“Sebagai pimpinan birokrasi pemerintah di Sulawesi Tengah, saya bermimpi untuk mendorong kemajuan daerah berbasis teknologi informatika, dan berharap Sulteng bisa menjadi contoh di Indonesia,” kata Hidayat.

Lewat orasi ilmiahnya yang berjudul ‘Peranan Teknologi Dalam Peningkatan Sumber Daya Manusia,’ dituturkan Hidayat yang menjadi kunci dari perubahan zaman, yang lebih dikenal dengan zaman now adalah para mahasiswa dan sarjana yang menguasai informasi. Untuk  itu dibutuhkan terobosan, inovasi dan keberanian menciptakan aplikasi yang bisa membantu UMKM dalam memasarkan produk, termasuk memperkenalkan potensi pariwisata di daerahnya.

“Tetapi itu tidak mungkin terwujud tanpa dukungan adik-adik sekalian yang ditopang dengan SDM yang memadai dan terbarukan sebagaimana yang disampaikan Presiden ketiga RI, BJ Habibie beberapa waktu lalu,” tutur Hidayat.

Menurut Hidayat, saat ini dunia berubah dengan cepat, sebagaimana yang disebutkan oleh Alvin Toffler sebagai gelombang revolusi ketiga dimana teknologi informasi menjadi kunci dari peradaban zaman baru.

Kecepatan teknologi informasi ditopang oleh revolusi teknologi yang bernama internet. Berdasarkan data Kementerian Komuniksi dan Informatika, bahwa memasuki tahun 2018, dari 265 juta orang Indonesia, sebanyak 132,7 juta atau 50 persen orang Indonesia terkoneksi dengan jaringan internet.

Persentase aktivitas jejaring sosial di Indoneasia mencapai 79 persen atau yang tertinggi di Asia mengalahkan Filipina sebanyak 78 persen, Malaysia 72 persen serta China 67 persen, sementara Korea Selatan sebanyak 49 persen dan Jepang sebanyak 30 persen.

“Keberadaan smartphone atau handphone pintar, bukan lagi sekedar menjadi sarana komunikasi, namun sudah menjadi sarana interaksi ekonomi paling vital saat ini. Di Indonesia kita kenal gojek yang kini sudah masuk 10 daftar perusahaan dengan omset terbesar di Indonesia, bahkan di Palu transportasi online seperti grab telah punya karyawan diatas 600 orang, termasuk urusan belanja yang dapat dilakukan dengan menggunakan smartphone,” beber Hidayat.

Hidayat dalam kesempatannya tak lupa menyampaikan apresiasi kepihak STIMIK Adhi Guna karena telah memberikan kepercayaan selaku pejabat karier di lingkup birokrasi pemerintah untuk menyampaikan orasi ilmiah dihadapan Anggota Senat, Guru Besar, Pimpinan dan Civitas Akademik STIMIK Adhiguna.


Editor: Pattarudin