Thursday, 16 August, 2018 - 05:07

Dorong SMPN Gelar UNBK, Disdik Palu Salurkan 516 Komputer

UNBK - Siswa-siswi saat mengikuti UNBK di salah satu sekolah di Palu beberapa waktu lalu. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Dalam mendorong sejumlah SMP Negeri di Palu menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Dinas Pendidikan Kota Palu 2017 telah menyalurkan bantuan 516 unit komputer ke delapan SMPN.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Ansyar Sutiadi pada pemaparan Refleksi Akhir Tahun bersama sejumlah awak media di ruang kerjanya, Jumat, 29 Desember 2017.

“Bantuan komputer itu tujuannya untuk melengkapi sarana-prasarana sekolah dan juga mendorong sekolah agar melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 2018,” katanya.

SMP Negeri yang menerima komputer itu, ungkap Ansyar, yakni SMPN 15, SMPN 22, SMPN 9, SMPN 4, SMPN 21, SMPN 11, SMPN 1  dan SMPN 2 Palu.

Selain itu, Ansyar mengatakan ada empat pilar strategi membangun pendidikan di Kota Palu sesuai dengan visi misi Walikota Palu yakni murah, terjangkau dan berkualitas. Pada poin terakhir tersebut, kata Ansyar, pihaknya meningkatkan sarana prasarana sekolah menuju standar Internasional.

“Kami belum lama ini mengambil barang e-Katalog berstandar SNI, dan kualitasnya paling bagus,” ungkap Ansyar.

Kata Ansyar, puluhan sekolah di Kota Palu akan menggunakan sarana prasrana SNI yang berbasis kelas.

“Untuk itu sekolah-sekolah yang sudah menerima dana DAK, kami lengkapi dengan fasilitas nasional bahkan internasional,” kata Ansyar.

Selain sarana prasarana, kata Ansyar, tanaga pengajar juga harus dibenahi, salah satunya dengan melakukan rotasi, yang bertujuan untuk pemerataan pendidikan di Kota Palu. Hasil verifikasi data Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) akan menjadi acuan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palu melakukan rotasi guru.

Hasil verifikasi peningkatan GTK pada Desember mendatang selesai. Insya Allah, Januari akan ada rotasi terhadap ribuan guru di Kota Palu,” ungkap Ansyar. Kata dia, salah satu fokus pihaknya saat ini yakni peningkatan GTK.

“Jadi ada empat fokus saya yakni kompetensi guru, peningkatan sarana prasarana, tematik kurikulum dan keterlibatan masyarakat,” jelasnya.
 
“Kita inginkan, selain mutu pendidikan GTK meningkat, sarana dan prasarana di semua sekolah harus merata. Karena, seperti diketahui, di Kota Palu, kesenjangan pendidikan dari sisi sarana dan prasaranan sangat terlihat,” ujarnya.

Ansyar mengatakan semua upaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu dan mengejar  beragam standar di dunia pendidikan.

“Jika dipresentasekan yang tercapai baru 20 persen, karena kami baru memulai. Oleh karena itu, penggunaan anggaran betul-betul kami maksimalkan, walaupun secara bertahap,” katanya.

Ansyar sangat berharap kepada semua kepala sekolah yang mendapatkan bantuan DAK dan sarana prasarana  agar memelihara dan menjaganya.

“Sebenarnya harapan kami, kepala sekolah lebih mendorong akedemik gurunya, menjaga lingkunganya, mendorong kompentesi guru, sehingga terjaga kebersamaan. Jangan, sarana dan prasarana sudah didorong, namun gurunya tidak peduli dengan lingkungannya,” ujar Ansyar.


Editor : M Yusuf Bj