Friday, 20 July, 2018 - 01:37

DPO Poso Tambah Jadi 10 Orang

Brigjen Pol Drs Ermi Widyatno, MM. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, kembali memperpanjang masa operasi penumpasan kelompok teroris Poso, yang saat ini dipimpin Ali Kalora.

Operasi dengan sandi Operasi Tinombala itu, diperpanjang mulai Juli hingga September 2018, dan dalam operasi ini tetap menargetkan untuk menuntaskan sisa Daftar Pencarian Orang (DPO) Poso. Namun tugas aparat nampaknya tetap berat karena jumlah DPO yang semula tersisa 6 orang, kini diketahui bertambah menjadi 10 orang. 

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Drs Ermi Widyatno MM, dalam jumpa pers di Mapolda Sulteng, Selasa 10 Juli 2018, mengatakan bahwa operasi Tinombala telah diperpanjang, guna menuntaskan sisa DPO Poso, Pimpinan Ali Kalora. Menurut Kapolda, pihak keamanan saat ini masih tetap fokus untuk mengejar sisa DPO yang kini bertambah empat orang menjadi 10 orang.

‘’Kami tetap fokus mengejar 10 DPO yang masih tersisa dan kami sudah mengamankan sejumlah orang, yang diduga jaringan mereka beberapa waktu lalu, yang saat ini jaringan kelompok tersebut telah dibawa ke Jakarta,” jelasnya.

Namun, Brigjen Pol Drs. Ermi Widyatno, tidak menyebutkan identitas tambahan DPO Poso itu. Demikian halnya identitas dan peran sejumlah anggota jaringan kelompok teroris Poso, yang telah ditangkap beberapa waktu lalu.

Ia hanya menekankan kalau aparat gabungan saat ini terus melakukan pengejaran terhadap DPO yang diyakini masih bersembunyi di wilayah Pengunungan Biru,Kabupaten Poso, dan dari informasi yang diperoleh kepolisian, kelompok tersebut masih sering muncul untuk mencari makanan, di beberap daerah disekitar gunung biru.

Orang nomor satu di Polda Sulawesi Tengah ini menambahkan meski terus berupaya melakukan pengejaran namun ia juga berharap agar sisa DPO tersebut turun gunung dan menyerahkan diri kepada aparat keamanan. 

“Yah kita tetap berharap mereka mau turun gunung dan menyerahkan diri ke aparat keamanan agar proses hukumnya lebih mudah. Jadi sebelum tindakan penegakan hukum, tetap diupayakan pendekatan persuasif kepada mereka,” tegasnya.

Saat ini kelompok Santoso yang dipimpin Ali Kalora diperkirakan masih bersembunyi di wilayah Pegunungan Biru,Kabupaten Poso. Meski jumlah DPO tinggal sedikit namun aparat gabungan TNI dan Polri tetap kesulitan menuntaskannya. 

 

Editor: Udin Salim