Monday, 27 March, 2017 - 22:43

DPRD Morut Konsultasikan Perda Miras

Suasana konsultasi publik dalam sesi tanya jawab. (Foto : Alekson W/ Metrosulawesi)

Kolonodale, Metrosulawesi.com – Konsultasi publik Raperda hak inisiatif oleh DPRD Kabupaten Morowali Utara, berlangsung di kafe puncak Bougenfile, Kolonodale, membahas Raperda tentang pengendalian, pengawasan, dan peredaran minuman beralkohol.

Raperda tentang rencana induk Kepariwisataan Kabupaten Morut tahun 2017–2025 dan raperda tentang cagar alam.

Ketua badan legislasi DPRD Morut, Mitanis Tulaka didampingi anggotanya Djabar Lahadji, Melky Tangki pada kesempatan itu menegaskan, tujuan ditetapkannya peraturan daerah ini adalah untuk memberikan kepastian hukum, sebagai upaya untuk pengendalian, pengawasan dan peredaran minuman beralkohol yang dapat menimbulkan gangguan keamanan, ketentraman, ketertiban masyarakat.

Lebih jauh Mitanis Tulaka politisi dari partai Golkar ini, meminta adanya masukan-masukan dari para undangan atau saran-saran yang disampaikan dalam konsultasi public ini akan menjadi bahan penyempurnaan Raperda tersebut.

Sebelum masuk di tingkat Parupurna DPRD. Tokoh masyarakat Ustad Yusuf Bagenda menyoroti soal denda atau ketentuan pidana yang melanggar, melakukan penjualan minuman tanpa memiliki surat izin penjualan minuman beralkohol (Siup-MB), dari Bupati wajib dikenakan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak 50 juta.

Ditambah dengan penyitaan minuman beralkohol atau penutupan usaha, betul-betul dilakukan oleh yang berwenang. Begitu juga masalah minuman captikus yang tidak dapat ditentukan kadar alkoholnya, akan melakukan studi banding di Gorontalo atau Sulawesiu Utara, untuk mengetahui, bagaimana penerapan perdanya.

Sementara Kapolsek Petasia, AKP DedySuparman pada kesempatan itu menegaskan bila perda ini telah berjalan akan melakukan pelarangan adanya minuman didalamp pesta dan bila ditemukan panitia pesta harus bertanggung jawab.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.