Wednesday, 27 September, 2017 - 04:16

DPRD Morut Tindak lanjuti Aduan Warga

TINJAU LAPANGAN- Anggota DPRD Morut, saat meninjau lokasi kandang yang digusur oleh PT. SPN. (Foto : Alekson)

Kolonodale, Metrosulawesi.com - Belum sempat Polres Mori Atas menangani pengaduan Desmon Siombo  tentang lahan kandang sapi seluas 30 ha yang digusur oleh PT. SPN  kini anggota DPRD Morut yang dipimpin Melky Tangkidi bersama 3 anggota lainnya baru-baru ini turun kelokasi masyarakat yang digusur didesa Ensa kecamatan Mori Atas.

Menurut sekretaris Komisi I DPRD Morut dalam peninjauan bersama pelapor, pemerintah kecamatan dan pihak perusahaan PT. SPN yang meminta maaf karena persoalan itu hanya karena masalah batas alam yang tidak diketahui oleh perusahaan dimana pihak perusahaan akan menindaklanjuti kerugian
pemilik lahan tersebut.

Politisi dari partai NaDem ini lebih jauh menegaskan dari hasil peninjauan lapangan perusahaan siap menggali kembali anak sungai yang digusur seperti semula, kemudian akan dibuat pagar sementara dari bambu sambil menunggu pesanan kawat duri untuk dibuat kawat duri permanen.

Sedang mengenai kompensasi gantirugi lahan dari PT. SPN, Amran meminta waktu masih akan dibicarakan dengan pimpinan perusahaan, begitu juga soal ganti rugi ternak sapi 3 ekor yang hilang, masih akan dilihat proses kehilangannya, ujar Melky Tangkidi yang berharap pihak perusahaan segera merealisasikan permintaan pemilik.

Desmon Siombo pemilik lahan yang menunggu realisasi perusahaan berharap secepatnya bertindak agar sapi yang masih ada didalam tidak keluar melalui anak sungai yang telah digusur dan ditimbun sementara dlam 2 minggu terakhir ini tidak ada tindakan perusahaan akan diajukan kepihak berwajib Polsek Mori Atas untuk dproses melalui jalur hukum, tegas Desmon Siombo.

Editor : MP

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.