Monday, 27 March, 2017 - 22:55

DPRD Sulbar Bentuk Pansus TBS

PANEN SAWIT - Salah seorang petani mengumpulkan kelapa sawit yang baru saja dipanen. (Foto : Dok)

Mamuju, Metrosulawesi.com – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Tanda Buah Segar (TBS) DPRD Sulbar meminta pihak perusahaan PT Surya Lestari dan PT Unggul untuk mengikuti Peraturan Gubernur (Pergub) Sulbar yang disahkan oleh Kementerian Perdagangan terakait penetapan indeks’ sawit.

Menurut Ketua Pansus TBS, Rayu, keberadaan pansus TBS sebagai upaya mengembalikan hak-hak petani sawit di Sulbar, yang terkesan selama ini pihak Prusahaan Sawit "merampas" hak dan milik petani.

Rahayu menilai, harga yang telah memiliki Pergub harus ditaati oleh perusahaan.

"Seyogyanya pihak perusahaan patuh pada Pergub, bukan malah melawan," jelasnya.

Disebutkan, Pansus tersebut bukan hanya untuk penetapan harga, tetapi juga akan menyelsaikan permasalahan  dalam sekala besar yang mengglobal.

Pendapat senada juga dikemukakan Ketua DPRD Sulbar, Andi Mapangara, pansus TBS  lahir dari àspirasi masyarakat petani Sawit yang ada di Sulbar.

"Aspirasi tersebut ditindaklanjuti oleh sejumlah anggota DPRD dan dibahas dalam lintas Komisi, kemudian dilanjutkan komisi II karena ada temuan pihak perusahaan tidak bisa memperlihatkan impois pembelian TBS tersebut, sehingga dalam pembahasan  Komisi II belum menemukan titik temu,” tandas Mapangara.

Dasar itulah, ungkap Mapangara, akhiranya Komisi II sepakat bentuk Pansus dengan tujuan bahwa sengketa harga antara petani dengan perusahaan bisa saling menerima dimana keduanya bisa saling menguntungkan.

Dikatakan, TBS bukanlah persoalan biasa. Namun kuat dugaan ada keterlibatan oknum-oknum yang memiliki kepentingan usaha, sehingga pansus inilah yang akan mengungkap semuanya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.