Friday, 20 July, 2018 - 16:59

DSLNG Ajak Nelayan Selamatkan Terumbu Karang

TERUMBU KARANG - Bupati Banggai H Herwin Yatim menyerahkan transplantasi terumbu karang kepada kelompok nelayan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2018 di Pantai Tingki-Tingki Kecamatan Batui,  Kabupaten Banggai, Selasa, 5 Juni 2018. (Foto: Pataruddin/ Metrosulawesi)

Banggai, Metrosulawesi.com - Bupati Banggai Herwin Yatim, disaksikan puluhan nelayan secara simbolis menanam pohon cemara di Pantai Tingki-Tingki, Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Selasa 5 Juni 2018.

Kegiatan yang difasilitasi PT Donggi Senoro Liquefied Natural Gas (DSLNG) dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. DSLNG adalah perusahaan yang membeli dan mengolah gas alam menjadi produk LNG. Perusahaan ini memiliki kilang di Desa Uso, Kecamatan Batui, sekitar 45 kilometer sebelah tenggara Luwuk, ibu kota Kabupaten Banggai.

Selain penanaman pohon cemara, melalui program program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP) atau corporate social responsibility (CSR) DSLNG, hari itu juga dilakukan transplantasi terumbu karang dan penanaman mangrove di lokasi yang sama. Juga dilaksanakan sarasehan bertajuk "Beat Plastic Pollution",  serta pungut sampah plastik di pantai yang diikuti warga setempat.

Tenaga Ahli CSR DSLNG Bidang Perikanan, Dwi Prayitno mengatakan, Kelurahan Sisipan sengaja dipilih karena terumbu karangnya telah rusak sehingga memaksa nelayan setempat mencari ikan lebih jauh ke tengah laut.

“Ada karangnya, tapi kita tambah. Kita juga ingin mencegah masyarakat merusak karang. Kita ciptakan zona tangkap ikan baru. Kepiting bertelur di situ,” kata Dwi Prayitno.

Dia menjelaskan, di lokasi ini, sebanyak 1.200 pohon mangrove ditanam, 500 bibit terumbu karang, dan 1.000 pohon cemara. Penanaman dipusatkan di dua titik di Kelurahan Sisipan yakni Pantai Tingki-Tingki dan Pantai Katudunan.

“Terumbu karang yang ditanam 251 dan Agustus nanti kita tanam lagi sehingga mencapai 500, sesuai target. Mangrove yang sudah tertanam 1.200 pohon dari target 1.000  pohon tahun ini. Jumlahnya sengaja lebih untuk antisipasi jika ada pohon yang mati. Sedangkan cemara kami targetkan tanam 500 pohon,” kata Dwi Prayitno di lokasi acara.

DSLNG menggandeng puluhan nelayan setempat yang bergabung dalam Kelompok Nelayan Tunggal Mandiri dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Kaman Jaya dalam kegiatan penyelamatan lingkungan tersebut.

Menurut Ketua Kelompok Nelayan Tunggal Mandiri, Harianto penanaman terumbu karang dan mangrove, serta pohon cemara bukan sekadar untuk menjaga lingkungan, namun juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nelayan ke depan meski harus menunggu dalam jangka waktu yang cukup lama. Harianto mengatakan, beberapa tahun ke depan, nelayan akan lebih mudah mencari ikan karena karang adalah rumah bagi ikan.

“Di kelompok kami, ada 30 keluarga yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut. Selama ini, nelayan di sini cari ikan jauh, ada yang sampai ke wilayah Kintom dan Baturube (Morowali Utara), karena karangnya di sini sudah tua sehingga cari ikan semakin jauh,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan kerusakan terumbu karang di wilayahnya. Selain karena abrasi pantai akibat ombak tinggi, juga karena warga sengaja mengambil terumbu karang untuk dijual.

“Kalau pengambilan terumbu karang sudah dicegah oleh pihak berwajib,” katanya.

Pihaknya berjanji akan terus menjaga dan memonitoring serta menanam kembali jika terumbu karang yang ditanam melalui program CSR DSLNG tidak tumbuh.

“Jika ada yang mati kita tanami kembali. Selain itu, area yang sudah ditanami akan dijadikan tambatan perahu sehingga menjadi ikon wisata,” ujarnya.

Senior Manager Relation Communication PT DSLNG Shakuntala Sutoyo mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng dua kelompok nelayan di kelurahan tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Dia menjelaskan, kegiatan ini adalah program CSR DSLNG dengan sasaran lingkungan, namun dalam jangka panjang kehadiran terumbu karang dan mangrove akan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Sementara Bupati Banggai Herwin Yatim mengatakan, penanaman pohon cemara dan terumbu karang, serta mangrove adalah upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Banggai di masa depan. Namun, dia berharap ke depan program TJSP DSLNG menyentuh semua kecamatan di Banggai bukan hanya tiga kecamatan yang terdekat dengan daerah operasi kilang DSLNG (Batui, Kintom, dan Nambo).

“Peran serta perusahaan, kita dorong agar lebih maksimal, bukan hanya di tiga kecamatan itu. Saya minta agar pikirkan Banggai secara umum. Sudah banyak yang sudah diperbuat oleh perusahaan, tapi perlu ditingkatkan ke depan,” harap Herwin Yatim. 

Tags: