Monday, 23 April, 2018 - 13:21

Dua Kades Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Palu, Metrosulawesi.com - Mantan penjabat Kepala Desa (Kades) Bangunemo, Ananias Sitomano dan mantan penjabat Kades Mandok, Melkior Y Satanga divonis dengan pidana penjara masing-masing selama 2 tahun 6 bulan. Putusan Majelis Hakim sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Putusan itu dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Tindak Pidana Korupai (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Palu, Kamis, 1 Maret 2018.

Majelis Hakim Ketua, Elvin Adrian yang didampingi Darmansyah dan Jult Mandapot masing-masing Hakim anggota dalam putusannya mengatakan, mantan penjabat Kades Bangunemo dan mantan penjabat Kades Mandok, Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang didakwakan JPU dalam dakwaan subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah  dan ditambah dengan  UU nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor.

Majelis Hakim mengatakan, terdakwa Ananias Sitomano telah melakukan korupsi dana pembangunan jamban keluarga yang bersumber dari Dana Desa (DD) pada Desa Bangunemo tahun 2016. Bahwasanya, terdakwa Ananias Sitomano melakukan pencairan DD tahun 2016. Namun tidak mengerjakan pekerjaan fisik pembangunan jamban keluarga. Perbuatan terdakwa Ananias Sitomano mengakibatkan terjadinya kerugian negara senilai Rp 226 juta.

Sehingga, terdakwa Ananias Sitomano divonis dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan, dan denda senilai Rp 100 juta subsidair 2 bulan kurungan, serta membayar uang penganti senilai Rp226 juta subsidair 6 bulan penjara.

Sedangkan terdakwa Melkior Y Satanga  selaku mantan penjabat Kepala Desa telah melakukan tindakan penyalagunaan DD tahun 2016 di Desa Mandok senilai Rp 266.211.800. Bahwasannya, terdakwa telah melakukan pencairan DD pada Desa Mandok tahun 2016. Namun tidak mengerjakan pekerjaan fisik pembangunan jalan rabat beton. Perbuatannya mengakibatkan terjadinya kerugian negara senilai Rp 266.211.800. Sehingga, terdakwa Melkior Y Satanga divonis dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan dan denda senilai Rp100 juta subsidair 2 bulan kurungan, serta membayar uang penganti senilai Rp 266.211.800 subsidair 6 bulan penjara.

Usai membacakan putusan, Majelis Hakim Ketua, Elvin Adrian mengatakan, baik terdakwa maupun JPU mempunyai hak yang sama untuk menerima atau pikir-pikir untuk melakukan upaya hukum lain terhadap putusan ini.


Editor: Syamsu Rizal