Sunday, 24 September, 2017 - 09:16

Dua Mantan Kadis Pertanian Banggai Divonis 18 Bulan Penjara

ILUSTRASI - Vonis hakim. (Foto : Google image)

Palu, Metrosulawesi.com - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palu menjatuhkan putusan terhadap dua mantan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Banggai, yakni Sobirin dan Sutrisno Warindo dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan atau 18 bulan. Putusan itu dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Palu, Selasa, 27 Desember 2016.

Majelis Hakim Ketua I Made Sukanada yang didampingi dua Majelis Hakim Anggota Juth M Lumbon dan Margono dalam putusannya menyebutkan, bahwa terdakwa Sobirin dan Sutrisno Warindo terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan subsdidair. Sehingga, kedua terdakwa tersebut divonis dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan atau 18 bulan.

Selain itu, Majelis Hakim juga menjatuhkan putusan terhadap terdakwa lainnya dalam perkara tersebut, yakni terdakwa Darwis Lambolosi selaku Ketua Unit Pelaksana Dana Desa (UPDD)Desa Pulodalagan Kecamatan Nuhon Kabupaten Banggai divonis dengan pidana selama 2 tahun, dan denda senilai Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Terdakwa Sumitro Djanum selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas Pertanian Kabupaten Banggai divonis dengan pidana penjara selama  2 tahun, dan denda senilai Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Kemudian, terdakwa Hj Nurbaety selaku Ketua Tim Teknis/ Verifikasi READ IFAD Programme Dinas Pertanian Kabupaten Banggai tahun 2011 divonis dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan, dan denda senilai Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Terdakwa Sendy Irmawansyah selaku Konsultan Tehnis pengurus UPDD Desa Pulodalagan divonis dengan pidana penjara 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Sedangkan untuk terdakwa Deria Gotia selaku pejabat penandatanganan surat perintah membayar Dinas Pertanian Kabupaten Banggai belum dibacakan putusannya karena terdakwa tidak hadir dalam persidangan karena sakit.

Bahwasanya, dalam pelaksanaan proyek pembangunan instalasi air bersih tersebut terdapat banyak kekurangan, dimana pipa yang dipasangkan tidak sesuai dengan standar dalam RAB. Sehingga, pipa air bersih itu cepat rusak atau bocor karena tipis. Akibatnya perbuatan kedua terdakwa tersebut negara mengalami kerugian senilai  Rp 575.762.263.

Keenam terdakwa tersebut terbukti secara sah meyakinkan melakukan korupsi sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat 1 huruf b UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.