Friday, 21 September, 2018 - 10:34

Dua Napi Kendalikan Narkoba dari Lapas Palu

NAPI NARKOBA - Kepala BNNP Sulteng Brigjen Pol Andjar Dewantoro didampingi DirNarkoba Polda Sulteng, saat memberikan keterangan pers di Kantor BNNP Sulteng, Selasa 13 Maret 2018. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Dua napi di Lapas Palu terlibat narkoba. Mereka mengendalikan peredaran barang haram itu dari balik jeruji besi. Kini keduanya langsung diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulteng (BNNP) Sulteng.

Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Andjar Dewantoro mengatakan, keterlibatan dua napi narkoba itu terungkap berawal dari pengakuan Deni, seorang pria yang diamankan BNNP Sulteng, saat akan mengambil sabu di Jalan Gatot Subroto, pada Sabtu 10 Februari 2018 lalu.

“Penangkapan Deni ini, berawal dari informasi yang menyatakan bahwa akan ada transaksi Narkoba jenis sabu, di jalan Gatot Subroto Palu. Tim pun langsung melakukan pemantauan di lokasi dan melihat seorang pria (Deni-red), mondar-mandir dengan menggunakan speda motor,” kata Andjar kepada wartawan di kantornya, Selasa 13 Maret 2018.

Petugas menangkap Deni, saat mengambil sebuah bungkusan di dekat tumpukan batu, yang disusun di pinggir jalan.

“Dia sempat membuang bungkusan itu. Namun dia tidak berkutik, saat petugas menyuruhnya membuka bungkusan yang terlilit lakban hitam itu. Petugas menemukan sabu, seberat 40 gram,” kata Andjar.

Dari situ kemudian petugas mengembangkan penyelidikan.  Petugas melakukan penggeledahan di rumah tersangka di jalan Cumi-cumi, Kelurahan Lere, Kota Palu. Di sana  petugas menemukan satu plastik klip kosong, satu buah bong lengkap dengan satu sendok sabu yang terbuat dari pipet. Begitu juga saat petugas menggeledah sebuah tempat tersangka sering nongkrong, petugas menemukan barang bukti empat paket sabu dengan berat 30 gram, yang disimpan di dalam jaket tersangka.

“Total barang bukti yang berhasil di sita dari tangan tersangka Deni, sejumlah 70 gram Narkoba jenis sabu,” tambahnya.

Andjar mengatakan, dari pengakuan tersangka Deni itulah petugas mendapatkan informasi yang menyatakan bahwa, Deni merupakan kaki tangan Yahya Ang alias Koh Ade, yang sedang berada di Lapas Petobo Palu, dan  dari pengakuan Koh Ade, sabu tersebut didapatnya dari Handoko, yang saat ini juga masih menjalani tahanan di Lapas Palu, dengan kasus narkotika.

“Mendapati informasi tersebut, Kami langsung melakukan penjemputan terhadap kedua Napi tersebut di Lapas Petobo, dan saat ini keduanya telah kami tahan di Rutan BNNP Sulteng,” tegasnya.

Seluruh Tersangka dikenakan pasal 112 ayat 2, pasal 114 ayat 2, pasal 137 Jo pasal 132 ayat 1 UU Narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.


Editor: Udin Salim