Friday, 20 July, 2018 - 01:41

Dua SMP di Palu Masih Kekurangan Siswa

SUASANA PPDB - Sejumlah orang tua siswa saat mengambalikan formulir usai pengumuman PPDB di SMPN 14 Palu, Jumat, 6 Juli 2018. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 pada jenjang SMP negeri di Kota Palu telah selesai, Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebuyaan tahun ini memberikan kebijakan semua sekolah harus menerapkan sistem zonasi.

Namun pasca pengumuman, dua sekolah yakni SMPN 14 Palu dan SMPN 15 Palu masih kekurangan siswa baru. Hal itu disebabkan karena sejumlah siswa disinyalir telah masuk ke sekolah swasta dan madrasah. 

Kepala SMPN 14 Palu, Harlina mengungkapkan SMPN 14 Palu menyiapkan 10 kelas, jumlah siswa minimal 32  perkelas, maka jumlah yang diterima sekitar 320 siswa. Sementara siswa yang mendaftar ke SMPN 14 hanya 220 peserta didik, kemudian yang mengembalikan formulir sebanyak 161 siswa baru.

“Ketika mendekati pengumuman, kami mengadakan pemeriksaan kembali bersama beberapa kepala sekolah, sehingga kami umumkan siswa baru yang lulus di sekolah ini sebanyak 161 siswa. Kami masih membutuhkan 159 siswa atau sekitar lima kelas belum terisi, dari 10 kelas yang disediakan,” jelasnya, Jumat, 6 Juli 2018.

Kata dia, solusi dari kekurangan siswa ini tergantung kebijakan Disdikbud Palu, misalnya dengan kebijakan boleh menerima siswa luar zona yang ingin masuk di SMPN 14 atau siswa Kartu Keluarganya dari luar.

“Namun itu semua akan diatur oleh Disdikbud Kota Palu. Intinya SMPN 14 Palu sebelum ada keputusan dari Disdikbud untuk bisa menerima dari luar zona atau menerima dari luar KK yang sudah berdomisili di sekitar sekolah, kami belum berani menjalankanya, kami menunggu perintah dari Disdikbud Kota Palu,” ujarnya.

Harlina mengungkapkan pihaknya juga berkoordinasi dnegan SMP 4 Palu yang kemungkinan kelebihan siswa, namun pihak SMP 4 Palu harus memadatkan sekolahnya terlebih dulu, kemudian siswa yang tidak tertampung akan di dorong masuk SMP 14 Palu.

“Jika 5 kelas ini tidak terisi oleh siswa, tentunya akan berdampak ke guru-guru penerima sertifikasi, karena di dalam Dapodik, dalam satu kelas itu siswanya berjumlah minimal 32 peserta didik, jika kurang dari jumlah tersebut, Dapodik tidak akan terbaca, kemudian tidak dapat memenuhi jam guru untuk mengajar,” ungkapnya.

Namun, kata dia, sistem zonasi sangat bagus untuk pemerataan siswa, namun diharapkan masyarakat agar mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri sesuai zonasi, karena di SMPN tidak memungut biaya alias gratis.

“Kami mengimbau bagi orang tua yang anaknya tidak tertampung di sekolah lain, agar ke Disdikbud Kota Palu, sehingga dari dinas yang mengatur untuk di salurkan ke SMPN 14 Palu,” ujarnya.

Sementara Kepala SMPN 15 Palu, Abdul Rasyid juga mengatakan hal senada. Pihaknya mengaku masih membutuhkan siswa sekitar 161 orang.

“Kami meluluskan sebanyak 187 siswa sesuai zonasi murni, sementara kuota yang dibutuhkan sebanyak 352 peserta didik, untuk ditampung ke 11 rombel atau kelas. Olehnya kami berharap ada kebijakan secepatnya dari Disdikbud Palu, agar kami bisa memenuhi kuota yang telah ditargetkan,” katanya.

Sementara Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP Disdikbud Kota Palu, Titi Rahma SE mengakui memang ada beberapa sekolah masih memiliki daya tampung untuk siswa baru.

“Olehnya saat ini masih sementara diverifikasi dan akan dicarikan solusinya dalam waktu dekat, karena kebijakan tersebut langsung dari pimpinan. Kadisdikbud Kota Palu masih keluar kota, Insya Allah dalam waktu dekat akan dicarikan solusi mengenai sekolah yang masih mengalami kekurangan siswa itu,” ujarnya. 


Editor: M Yusuf Bj