Sunday, 22 July, 2018 - 09:24

Dua Tersangka Kasus Penganiayaan Alfayer Berstatus Mahasiswa

AKBP Mujianto, Sik. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Kepolisian Resort (Polres) Palu, telah menetapkan empat tersangka yang berinisial MI (25), BI (20), RS (21),dan IS (26) dalam kasus penganiayaan terhadap dua anak di bawah umur yang diduga melakukan tidak pidana pencurian di sebuah rumah, di jalan Nambo kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, yang mengakibatkan salah salah satu terduga pencuri yang berinisial AF(13) meninggal dunia di RS Bhayangkara Palu.

Dari ke empat tersangka itu dua di antaranya masih berstatus mahasiswa, dan duanya lagi merupakan pekerja swasta, yang merupakan warga kelurahan Petobo.

Kapolres Palu AKBP Mujianto Sik, Selasa 27 Februari 2018 mengatakan, tim penyidik Reskrim Polres Palu yang menangani kasus tersebut masih melakukan penyidikan dan pendalaman kepada empat pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu.

“Kita masih melakukan pendalaman penyidikan untuk pengembangan dari ke empat tersangka dan para saksi, karena tidak menutup kemungkinan dari pengakuan para tersangka dan para saksi, masih ada lagi nama-nama tersangka lainnya dalam kasus penganiayaan itu,” ungkapnya.

Mujianto, menyatakan pelaksanaan rekontruksi akan dilakukan setelah pengembangan tersangka sudah selesai. Artian sudah tidak ada tersangka lainnya, dan untuk tempat penyelenggaran rekon akan ditentukan sesuai dengan keadaan lokasi yang paling aman.

“Rekontruksi pasti akan dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan. Hanya saja waktunya belum bisa ditentukan, karena kasus ini masih terus dalam penyelidikan dan pengembangan. Bila sudah tidak ada tersangka lagi, barulah akan digelar rekonstruksi,” katanya.

Sementara itu,  Paur Humas Polres Palu, Aipda I Kadek Aruna meyakini bahwa para tersangka tentunya akan “bernyanyi” menunjuk siapa-siapa yang ikut dalam aksi tersebut.

“Seteah semua jelas ditetapkan, maka seminggu dari penetapan itu kami langsung gelar rekon, dan tempat yang strategis untuk rekontruksi di Polres Palu,” tambahnya.

Untuk korban yang melaporkan kasus pencurian sebuah laptop dan TV, pihaknya tidak merasa keberatan atau terkesan mendesak kasus ini, malahan korban kaget dengan kejadian yang mengakibatkan satu anak dibawah umur meninggal dunia.

“Korban pencurian ini keduanya seorang petugas perawat, dan waktu malam kejadian tanggal 21 Februari 2018 sedang Dinas di salah satu Rumah Sakit di Kota Palu, dan memang keadaan rumah sedang kosong,” jelas Kadek.

Pihak Polres Palu masih melakukan pengungkapan lebih dalam kepada para pelaku tersebut agar dapat menunjukan pelaku lainnya yang ikut dalam aksi pengeroyokan, dan merencanakan rekontruksi untuk mengetahui persis kejadian main hakim sendiri yang dilakukan para tersangka.


Editor: Udin Salim