Friday, 17 August, 2018 - 17:16

Dugaan Korupsi Dana Desa, Kades Santigi Ditahan

Tolitoli, Metrosulawesi.com - Tim Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) di Laulalang Kabupaten Tolitoli menetapkan tersangka sekaligus menahan Bahmid Nawir, Kepala Desa (Kades) Desa Santigi, Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah, Rabu 4 April 2018. Bahmid Nawir diduga melakukan penyelewengan dana desa tahun 2017.

Tersangka dibawa dengan menggunakan kendaraan tahanan roda empat dan dikawal satu kendaraan dinas.Tersangka Oknum Kades Santigi  tiba sekitar pukul 17.30 Wita di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli dengan dikawal tim Cabjari Laulalang.  Saat turun dari kendaraan tahanan, tersangka langsung digiring masuk ke dalam ruang utama lapas setempat.

Kepala Cabjari Laulalang Tolitoli Adief Swandaru mengatakan, kasus tersebut bermula, saat tim penyidik Cabjari Laulalang melakukan penyelidikan pada Februari 2018 lalu. Berdasarkan laporan dan pengaduan masyarakat yang akhirnya ditindaklanjuti dengan pengumpulan data (Puldata) serta pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dengan melakukan pengecekan di lapangan.

Setelah ditemukan fakta di lapangan, berdasarkan dua alat bukti yang cukup yakni keterangan saksi-saksi dan tim ahli yang diturunkan oleh Cabjari Laulalang, akhirnya pada Maret 2018 lalu status kasus tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Adief Swandaru mengatakan, setelah dua bulan mempelajari kasus tersebut akhirnya pada Rabu 4 April 2018 sekitar pukul 15.30 Wita, tersangka bernama Bahmid Nawir ditetapkan statusnya sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan dana desa tahun 2017.

“Modus tersangka, oknum Kades Santigi tersebut, yakni nilai pembelanjaan yang tidak sesuai dengan pertanggungjawaban dimana setelah kami hitung, kerugian negara mencapai Rp90 juta,”ungkap Cabjari Laulalang Kecamatan Tolitoli Utara.

Dikatakan, dalam kasus dugaan penyalahgunaan DD dan ADD di Desa Santigi, Kecamatan Tolitoli Utara tahun 2017. Dari pengakuannya, bahwa tersangka tidak melakukannya sendiri, namun ada keterlibatan pelaku lain yang hingga kini masih dilakukan penelusuran.

Tersangka dijerat pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling singkat empat tahun penjara.


Editor: Syamsu Rizal

Berita Terkait