Tuesday, 27 June, 2017 - 21:54

Dugaan Korupsi Perusda Parimo, Kejari Tetapkan Satu Tersangka

BARANG BUKTI - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi, Jurist Prercisely Sitepu (kiri) dan Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Parigi, Reza Hidayat memperlihatkan dokumen yang disita di kantor Bank BTN Palu, Rabu 3 Agustus 2016. (Foto : Dok Metrosulawesi/ Eddy)

Palu, Metrosulawesi.com - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi telah menetapkan satu orang tersangka kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah (Perusda) Parigi Moutong (Parimo).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi, Jurist Prercisely Sitepu kepada Metrosulawesi via ponselnya, Rabu, 5 Oktober 2016.

Jurist yang juga mantan Kordinator Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah itu mengatakan, pihaknya sudah menetapkan satu orang tersangka dalam perkara tersebut, yakni berinisial S.

Namun, hingga saat ini tersangka belum ditahan. Pihaknya masih mengkaji apakah tersangka akan ditahan atau tidak. Nah, saat ini kata Jurist, penyidik sedang mengecek aliran dana pengelolaan Perusda Parimo guna untuk memperkuat pembuktian penyidikan tersebut.

"Kami sedang kaji apakah ke depan tersangkanya akan dilakukan penahananan atau tidak. Kerugian negara sedang dalam perhitungan. Mudah-mudahan lancar guna segera dilimpah ke pengadilan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Parigi, Reza Hidayat mengatakan, kerugian negara pada kasus dugaan korupsi di Perusda Parimo diperkirakan mencapai Rp. 500 juta. Namun angka pastinya masih menunggu proses perhitungan kerugian negara.

“Kerugian negara sementara diperkirakan senilai Rp 500 juta,” katanya.

Penyidik terus mendalami penyidikan kasus dugaan korupsi di Perusda Parimo tersebut.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.