Sunday, 26 February, 2017 - 18:51

Duyung Terdampar di Tolitoli

MEMBUSUK - Bangkai ikan Duyung yang terdampar di Pantai Santigi, Kecamatan Tolitoli Utara. (Foto : Ist)

Tolitoli,  Metrosulawesi.com - Ikan Duyung sepanjang 10 meter, ditemukan terdampar dalam keadaan tidak bernyawa di Pantai Santigi, Tolitoli Utara. Kepala dinas perikanan dan Kelautan setempat telah memberikan perhatian dengan mengubur ikan yang masuk dalam hewan dilindungi itu.

Kepala Dinas Perikanan dan Ke lautan, Kabupaten Tolitoli, Ir Hardiyan Saad, ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya hewan penemuan oleh masyarakat itu. Sayang, kondisinya hewan itu sudah mati bahkan sudah membusuk, kata Hardiyan.

“Kasus duyung terdampar di daerah kami kata Hardiyan bukan hal mustahil, perairan Tolitoli terutama laut Sulawesi merkantilisme perairan yang dihuni hewan ini. Apakah ini hasil perburuan ilegal, kami sementara mencari informasi yang akurat,” jelas Hardiyan menambahkan.

Warga di pesisir pantai itu katanya, sudah tahu benar bahwa ikan Duyung merupakan salah satu hewan yang dilindungi.

Sehingga begitu masyarakat menemukannya, mereka tidak mengapa-apakannya dulu.

“Mereka langsung melaporkan dan kami turun lapangan memang kondisinya membusuk begitu saja,” tandas Hardiyan.

Data di Dinas Perikanan, wilayah pesisir pantai Kecamatan Tolitoli merupakan sasaran terdampar ikan-Ikan dilindungi yang mungkin akibat terdesak oleh perburuan atau lainnya. Tahun lalu juga, lumba-lumba yang dilindungi terdampar di wilayah itu, namun sudah dilepaskan kembali ke habitatnya perairan bebas.

Dinas Perikanan memang sudah mensosialisasikan jenis-jenis hewan laut dilindungi undang-undang, sehingga masyarakat di sana begitu tahu ada yang begini langsung melaporkannya. Penyadaran akan hewan dilindungi ini peting, termasuk duyung jumlah populasi terus berkurang akibat perburuan ilegal.

Sementara ini yang masih menjadi musuh perikanan dan badan Lingkungan hidup adalah, perburuan dengan menggunakan bom atau sejenisnya. Sebab pengeboman ikan tidak hanya mematikan ikan, tetapi termasuk tumbuhan laut lainnya seperti terumbu karang yang begitu dilindungi.

Kepala Bidang di Badan Lingkungan Hidup mengimbau,  kalau ada yang tahu adanya pengeboman langsung saja melaporkannya ke petugas terdekat terutama ke polisi atau TNI  Angkatan Laut.

“Di polres itu ada bagian yang menanganinya. Langsung laporkan situ,” imbau Sahran.

Untuk pengamanan seperti itu, pihak BLH menjalin kerjakan dengan Polres agar penanganannya berjalan cepat dan tepat. Beberapa daerah yang menjadi sasaran pengeboman ikan seperti Tolitoli Utara, Ogomolli dan Dondo.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan