Monday, 20 November, 2017 - 02:09

Edar Narkoba di Palu, Warga Malaysia Terancam 20 Tahun Penjara

SIDANG DAKWAAN - Terdakwa Alimuddin Bin Moh Ajay alias Abang didampingi advokat Rio dan Benyamin Sunjaya pada persidangan di Pengadilan Negeri Palu, Kamis 19 Januari 2017. (Foto : Agustinus Salut/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa terdakwa Alimuddin Bin Moh Ajay alias Abang telah melakukan penjualan atau pengedaran narkotika di wilayah hukum Kota Palu. Alimuddin yang warga negara Malaysia itu menjadi terdakwa bersama dua rekannya, namun dalam berkas berbeda yakni terdakwa Zaki dan terdakwa Kausyar.

Dakwaan itu dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Palu pada Kamis, 19.Januari 2017. JPU, Petrus J Sumelang dalam dakwaannya menyebutkan terdakwa telah melakukan penjualan atau pengedaran narkotika di wilayah hukum Kota Palu.

Terdakwa didakwa dengan dakwaan primair Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Subsidair Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Bahwasanya, pada Jumat 23 September 2016 sekitar pukul 22.30 Wita, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah menangkap terdakwa Alimuddin Bin Moh Ajay alias Abang asal Malaysia. Alimuddin datang di Palu kemudian berkomunikasi dengan terdakwa Zaki untuk menghubungi pembeli di Palu. Terdakwa Zaki masih berstatus warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Petobo, sehingga Zaki menghubungi temannya bernama Kausyar untuk mengantar barang haram tersebut.

Setelah tiba di Palu, terdakwa Alimuddin Bin Moh Ajay alias Abang langsung menuju salah satu hotel yang berada tidak jauh dari Bandara. Dua hari kemudian, terdakwa Alimuddin Bin Moh Ajay alias Abang berpindah ke hotel lainnya yang masih berada di Palu.

Saat penangkapan, tidak ditemukan barang bukti. Namun, petugas melakukan pengeledahan di hotel tempat terdakwa Alimuddin Bin Moh Ajay alias Abang menginap. Alhasil, petugas menemukan barang bukti berupa dua plastik narkoba jenis sabusabu dengan berat masing-masing 8,57 gram dan 24,12 gram.

Selain itu, ditemukan 5 butir ekstasi, 4 butir havifes, paspor atas nama terdakwa Alimuddin Bin Moh Ajay alias Abang dan 2 handphone.

Terdakwa Alimuddin Bin Moh Ajay alias Abang tidak didampingi oleh penasihat hukum. Olehnya, Majelis Hakim Ketua, Hj Aisa Hi Mahmud menunjukan atau menetapkan advokat Rio dan advokat Benyamin Sunjaya  untuk menjadi penasihat hukum terdakwa Alimuddin Bin Moh Ajay alias Abang selama proses persidangan di Pengadilan Negeri Palu.

Seusai mendengarkan dakwaan, Majelis Hakim menutup sidang dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.