Friday, 20 July, 2018 - 01:29

Ekspor 42 Ribu Jagung ke Philipina, Touna Harap Mantangisi Jadi Pelabuhan Ekspor

EKSPOR JAGUNG - Pemda Touna ikut melepas ekspor jagung di Pelabuhan Mantangisi, Senin 9 Juli 2018. (Foto: Ist)

Ampana, Metrosulawesi.com - Kabupaten Tojo Una-Una kembali melakukan ekspor jagung ke negara Philipina sebanyak 3.900 ton melalui pelabuhan petikemas Mantanagisi, Ampana Tete, Senin 9 Juli 2018. Pada ekspor yang ke enam kalinya ini dilepas oleh Wakil Bupati Touna Admin Lasimpala.

Menurut Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemda Touna Muh Ichsan Mursali SP MSi, ekspor jagung yang ke enam kalinya ini dilakukan Pemda Touna bekerjasama dengan perusahaan eksportir PT Segar Agro Nusantara dengan total ekspor telah mencapai 42.000 ton.

Pada pelepasan ekspor kali ini, sambung pria yang pernah menjadi pejabat di Pemda Poso itu, diagendakan akan dihadiri oleh Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, hanya saja batal karena jadwal Menpan yang padat. 

"Jadi tidak conek antara jadwal pak menteri dan jadwal ekspor jagung. Sehingga kunjungan pak menteri ini batal. Insa Allah pada Agustus depan pak Menpan akan datang pada jadwal ekspor ke tujuh," urai Ichsan.

Dia menambahkan, kehadiran Menpan RI pada ekspor ke jagung ke tujuh kalinya nanti sangat diharapkan Pemda Touna. Sebab, Pemda berharap, Menpan RI bisa mengangkat status pelabuhan Mantangisi menjadi pelabuhan ekspor jagung ke-empat setelah pelabuhan ekspor di Gorontalo, Makassar dan Sumbawa.

Menjadikan Touna sebagai pelabuhan ekspor jagung itu sangatlah tepat. Sebab, sambung Ichsan, Touna berpotensi besar menjadi lumbung jagung di Sulteng. Gambarannya, untuk potensi lahan marginal ada 313 ribu hektar. Sedangkan pengembangan yang sangat sesuai ada 42 ribu hektar. Saat ini, yang sudah dikelola seluas 28 ribu hektare lahan jagung.

Berbicara harga, sambung Ichsan, petani dapat menjual langsung ke perusahaan eksportir yang telah membuka gudangnya di Ampana dengan harga stabil perkilonya Rp3.200. Sedangkan bila menjual ke pengumpul harganya Rp3.000. 

"Harga jual jagung di Touna ini sudah stabil dibandingkan harga jagung pada tahun-tahun sebelumnya yang cenderung dibeli murah dengan harga  mencapai Rp1.500 sampai Rp.2.000," ucapnya. 

Bahkan tak sedikit juga petani jagung asal Poso dan Banggai yang menjual jagung mereka ke Ampana. 

"Pemda Touna juga terus memantau harga jagung ini. Kita berharap memalui ekspor jagung maka dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di Touna pada khususnya dan Sulteng pada umumnya," tutupnya. 

 

Editor: Syamsu Rizal