Monday, 24 April, 2017 - 21:37

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Enam Saksi Kembalikan Uang Gernas Kakao Rp86 Juta

Suasana persidangan kasus dugaan korupsi dana Gernas Kakao Kabupaten Tolitoli tahun 2013 beberapa waktu lalu. (Foto : Dok Metrosuawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli telah menerima penitipan pengembaliam uang senilai Rp 86 juta dari enam orang saksi perkara dugaan korupsi Gerakan Nasional (Gernas) Kakao Kabupaten Tolitoli tahun 2013. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tolitoli, Ridwan kepada Metrosulawesi pekan lalu.

Ridwan mengatakan, sejumlah saksi yang menerima dana Gernas Kakao Kabupaten Tolitoli tahun 2013 berupaya mengembalikan uang tersebut. Selama persidangan ini bergulir di Pengadilan Tipikor Palu, sudah ada enam orang telah mengembalikan dan menitip uang tersebut kepada JPU dengan total senilai Rp 86 juta.

Sedangkan para saksi yang lainnya masih berupaya dan mereka telah berjanji untuk mengembalikan dana tersebut. Sayangnya, Ridwan enggan menyebutkan satu persatu nama saksi yang sudah mengembalikan uang tersebut.

"Selama sidang ini, kami berupaya untuk memanggil para saksi yang menerima aliran dana tersebut, dan kami sudah tegaskan kepada mereka bahwa kalau kalian benar-benar menerima dana itu tolong dikembalikan. Kalau tidak bisa saja kalian akan terseret pada penyidikan berikutnya. Sehingga atas inisiatifnya, sebagian dari mereka kembalikan dana itu dan ada pula yang berjanji untuk mengembalikan," katanya.

Diketahui, JPU dalam dakwaannya menyebutkan, bahwa pada tahun 2013, Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli dalam hal ini Dinas Perkebunan mendapat program peningkatan produksi dan mutu kakao nasional yang diprogramkan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian. Dinas Perkebunan Kabupaten Tolitoli mendapat program tersebut berupa bantuan pengadaan bibit atau entres sambung samping kakao sebanyak 4.500.000 sambungan.

Program tersebut dikemas dalam bentuk program Gernas Kakao dengan dana yang bersumber dari APBN tahun 2013 dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) senilai Rp 11.250.000.000.

Nah, dari total anggaran tersebut, senilai Rp 6.675.751.550 yang diduga dikorupsi oleh para terdakwa. Adalah terdakwa Mansyur Lanta selaku mantan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tolitoli yang juga menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek tersebut, Eko Juliantoro selaku Pejabat Pembuat komitmen (PPK), dan Conni Katiandagho selaku Pejabat Penandatanganan Surat Perintah Membayar (PP SPM), serta Syamsul Alam selaku rekanan.

Sehingga, empat terdakwa tersebut didakwa dengan dakwaan Primair Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, dan dakwaan subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.