Friday, 20 April, 2018 - 22:33

EndenGaleri Pameran Lintas Generasi di PGH

PAMERAN - Endeng Mursalin memperlihatkan karya anak didiknya yang dipamerkan di Palu Golden Hotel, Sabtu (3/1). (Foto : Faiz Sengka)

ENDENG MURSALIN pecinta seni mendedikasikan waktunya untuk berbagi ilmu. Besarnya rasa cinta akan seni membuatnya mampu membangun sebuah ruang mengajar yang dinamakan EndenGaleri.

Berbagai karya yang dihasilkan dari anak didiknya yang kurang lebih berjumlah 40 orang kini dapat dipamerkan di galerinya di lantai dasar Palu Golden Hotel (PGH).

Seni merupakan suatu karya yang dibuat atau diciptakan dengan kecakapan yang luar biasa. Salah satunya seni lukis seperti yang digemari Endeng Mursalin sejak duduk di Bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Baginya seni lukis adalah sebuah pengembangan diri untuk mengekspresikan suasana hati. Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu.

Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imajinasi tertentu kepada media yang digunakan.

Sejak Agustus 2014 pria kelahiran Parigi, 3 November 1969 ini mengelola galeri tersebut di PGH bersama istrinya Yanti (38 tahun) dan terkadang dibantu oleh anaknya Elan Merdeka (17 tahun).

Dengan harapan melahirkan genarasi pelukis di Kota Palu, ia dan istrinya terus berupaya mengembangkan potensi dan kreativitas anak didiknya. Mulai dari anak SD, SMP, SMA bahkan orang dewasapun dididiknya.

"Sebenarnya bukan hanya di PGH tapi bertahun-tahun sebelumnya kami sudah membangun tempat ini di tempat lain, namun seringkali berpindah-pindah dan menetap di PGH untuk saat ini," terangnya.

Dalam waktu empat bulan akhirnya ia mampu mengadakan pameran lukisan “Lintas Generasi” dengan tema “Melihat Kota Palu dalam Karya Lukisanku” yang sudah berlangsung 31 Desember 204 hingga saat ini.

Kebahagiannya melihat anak didik dan beberapa kelompok keluarga lainnya menghadiri pameran lukisan itu menyimpan rasa haru dan bangga tersendiri untuknya. Ia berkata betapa bahagianya dapat menyaksikan hasil karya lukisan anak-anak yang begitu polos, spontan dan tak ragu untuk menyapu warna-warna liar ke dalam bingkai lukisan.

Ayah satu orang anak ini sangat optimis dalam mengembangkan seni lukis anak-anak di Kota Palu. Bukan hanya mampu melukis dan memamerkannya di dalam kota tetapi mampu untuk bersaing di luar kota, seperti yang sudah diraih anak didiknya di tahun-tahun sebelumnya.


Editor : Syamsu Rizal