Tuesday, 21 August, 2018 - 06:30

Expo Handycraft Sulteng 2018, Pengrajin Diminta Daftar Karyanya ke HAKI

PAMERAN KERAJINAN - Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola MSi melihat-lihat hasil karya para pengrajin yang dipamerkan di Expo Handycraft Sulteng 2018 di PGM, Jumat 20 Juli. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola MSi  membuka pameran Tematik Handycraft Sulawesi Tengah 2018 Palu Grand Mall, Palu, Jumat 20 Juli. 

Dalam sambutannya, Gubernur sangat mengapresiasi Pameran yang digelar oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut adalah promosi tentang produk kerajinan dari berbagai bahan baku, yang merupakan produksi kecil maupun menengah daerah. 

Selain itu kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan sehingga produk produk kerajinan daerah semakin dicintai dan menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah dan dapat bersaing dengan produk produk nasional lainnya.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, salah satu upaya pemerintah dalam melaksanakan kampanye pelestarian budaya adalah melalui promosi berbagai produk unggulan daerah melalui kegiatan pameran  yang diharapkan dapat menjadi potensi bisnis di sektor kosumen lokal maupun internasaional.

Selanjutnya melalui pameran tematik  handycraft expo 2018 ini akan menghadirkan berbagai macam produk-produk kerajinan yang kredibel untuk mengangkat industri kerajinan domestik sebagai visualisasi kekayaan budaya sulawesi tengah. 

Gubernur berharap produk handycraft dari berbagai  daerah yang dipamerkan ini  bisa menjadi icon baru serta dapat menjadi produk unggulan yang berkualitas dan berdaya saing. 

“Sehingga dapat memperkaya jenis jenis produk unggulan yang ada di daerah ini,” kata gubernur.

Gubernur berpesan kepada pelaku usaha kerajinan tangan, agar hasil karya yang dihasilkan segera didaftarkan ke Dirjen Haki di Kemenkumham. 

“Karena banyak kejadian hasil karya  yang diklaim pihak lain. Salah satu contohnya ialah Batik yang diklaim Negara Malaysia,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Arif Latjuba mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama Disperindag Provinsi Sulawesi Tengah dan CV Prima Organizer dan berlangsung selam 3 (tiga) Hari dari tanggal 20-22 juli, serta di ikuti oleh 25 IKM yang bergerak di sektor Kerajinan Khususnya Handycraf, selain itu kegiatan ini juga hasil kerjasama HIPMI, serta Kemenkumham Sulawesi Tengah dalam rangka Sosialisasi Hak Kekayaan Inelektual (HAKI) dan kegiatan ini sebagai ajang Road to TDCC 2018. (*)      

 

Editor: Udin Salim