Thursday, 21 September, 2017 - 04:10

Fakum Untad Berlakukan Tes Urine bagi Maba

Muhammad Al Amri. (Foto : Ist)

"Penetapan biaya sudah dengan pertimbangan, karena biaya tes urine itu mahal. Memang mereka membayar UKT tapi dana itu tidak cukup." - Muhammad Al’ Amri, Wakil Dekan Fakum Untad -

Biaya Tes Urine Rp100 Ribu, tapi Dipungut Rp150 Ribu

Palu, Metrosulawesi.com – Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Fakum Untad) melakukan pungutan sebesar Rp150 ribu kepada setiap mahasiswa baru. Dana ini akan digunakan untuk biaya tes urine yang akan dilakukan pada Senin 15 Agustus mendatang.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr Muhammad Al Amri SH MH mengakui pungutan tersebut. Kata dia, tes urine yang akan dilakukan merupakan program Dekan Fakultas Hukum untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba di lingkungan fakultas. Pelaksanaan tes urine bekerja sama dengan BNN Sulteng.

"Penetapan biaya sudah dengan pertimbangan, karena biaya tes urine itu mahal. Memang mereka membayar UKT tapi dana itu tidak cukup," kata Muhamamad Al'Amri saat ditemui di Fakultas Hukum, Jumat, 12 Agustus 2016.

Diutarakannya, tes urine merupakan persyaratan wajib bagi Maba angkatan 2016.

Saat ditanya penetapan biaya tes urine apakah melibatkan orang tua/wali Maba, Muhammad Al'Amri menyarankan untuk menanyakan ke Wakil Dekan Bidang Akademik. Jawaban yang sama juga dilontarkannya saat ditanya apakah program Dekan telah mendapat persetujuan pihak universitas (Rektor Untad).

"Tanya ke Wakil Dekan Bidang Akademik Dr Ridwan Tahir," ujarnya.

Muhamamad Al' Amri mengungkapkan Maba yang diterima di Fakum Untad tahun ini program reguler dan non reguler sekitar 900. Namun untuk tes urine diprioritaskan kepada Maba program reguler dengan jumlah 700 orang.

Dengan jumlah tersebut, apabila dikalkulasikan 700 dikali Rp150 ribu maka biaya yang terkumpul mencapai Rp105 juta untuk biaya tes urine tersebut.

"Saat ini yang sudah meregistrasi untuk ikut tes urine baru sekitar seratusan," jelasnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Sulteng, Roberthus, saat dikonfirmasi  mengakui, telah menjalin kerjasama melaksanakan tes urine di Fakum Untad. Namun pihak BNN tidak membenarkan biaya tes urine sebesar yang ditetapkan Fakum Untad.

"Kami di BNN menetapkan biaya tidak sebesar itu, karena kita hanya revit yang dibayar,” ucapnya.

Roberthus menjelaskan biaya dibebankan hanya untuk keperluan alat tes yang digunakan. Berbeda kalau tes urine dilakukan secara penjangkauan residen, atau razia tempat hiburan, pelajar dan lain-lain itu dilakukan secara gratis. Tapi karena permintaan dari kalangan masyarakat baik perseorangan atau kolektif maka biaya revit (alat test) dibebankan secara mandiri.

"Untuk tes urine jasa BNN kita berikan pelayanan secara gratis, hanya revit yang dibayar. Kami tidak bisniskan barang ini, harganya hanya berdasarkan revit saja asalkan program jalan," tandasnya.

Informasi yang diperoleh Metrosulawesi, biaya revit yang sesungguhnya dari BNN hanya sebesar Rp100 ribu. Jika benar hanya Rp100 ribu, maka biaya yang dipungut pihak Fakum Untad per Maba terdapat selisih Rp50 ribu, dari yang sebenarnya Rp100 ribu.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.