Tuesday, 30 May, 2017 - 19:18

Fasilitas Dinas Perikanan Tolitoli Rusak

Kepala Dinas Perikanan Tolitoli, Ir Busman. (Foto : Ist)

Tolitoli, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Perikanan Tolitoli Ir. Busman mengaku kewalahan dan belum siap memenuhi target Rp350 juta pertahun, untuk disetor ke kas daerah sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Dinas Perikanan. Pasalnya, hampir semua fasilitas sarana alat penunjang yang menjadi pundi-pundi pemasukan sumber dana PAD mengalami kerusakan berat.

Disebutkan sarana yang ada di Dinas Perikanan semua adalah milik Pemda Tolitoli. Namun dalam hal ini, Busman tidak mau disalahkan sepenuhnya atas terjadinya beberapa sarana penting, yang menjadi sumber pemasukan dana PAD. Dikatakan kerusakan  sarana penunjang sumber PAD yang mengalami kerusakan parah. Antara lain, dua buah pabrik es dan satu alat berat eksavator.

"Sarana yang rusak parah itu terjadi bukan menjadi tanggung jawab saya selaku Kadis saat ini, kerusakan itu terjadi sejak tahun lalu dibawah kepemimpinan Kadis yang lama, sementara saya dilantik baru tahun ini," jelas Busman belum lama ini.

Selain itu, keberadaan Pelabuhan Pendarataan Ikan (PPI) Tando Leo, yang berada di area pasar Susumbolan, Kecamatan Baolan, untuk tahun 2017 belum bisa difungsikan secara optimal. Hal tersebut disebabkan masih banyak fasilitas penunjang belum lengkap, meski tempat tersebut sudah memiliki jembatan baru dan dermaga untuk para nelayan melakukan kegiatan bongkar muat ikan hasil tangkapan.
 
Kadis Perikanan Tolitoli Busman mengatakan, butuh dana yang cukup besar untuk bisa mengfungsikan PPI, jika hanya mengandalkan sumber dana dari APBD kabupaten, tentunya tidak mungkin bisa terwujudkan. Jika demikian ini berpengaruh pada sumber pemasukan untuk PAD.

Menurutnya hal tersebut bisa terwujud jika pihaknya mendapatkan dana bantuan dari APBN Pusat. Dikatakannya, hanya ada dua kabupaten di Sulawesin Tengah, yang memiliki potensi terbesar hasil tangkapan laut berupa ikàn tuna yaitu Kabupaten Donggala dan Tolitoli.

Kabupaten Tolitoli mampu memproduksi hasil tangkapan ikan tuna sebanya 180 ton pertahunnya. Namun akibat sarana dan prasarana yang belum memadai, sehingga hanya bisa memproduksi tangkapan laut berupa ikan tuna sekitar 140 Ton pertahunnya.
 
"Sebenarya kita sudah bisa mengekspor ikan tuna keluar negeri dengan harga relatif tinggi. Namun karena keterbatasan sarana terpaksa ikan tuna tersebut dikirim dan di jual ke Bitung Sulawesi Utara," tandasnya.

Kadis Perikanan Tolitoli saat ini lagi mengupayakan anggaran dana DAK APBN 2017 di Kementerian Kelautan  segera terealisasi. Sehingga bisa membenahi segala kekurangan yang ada saat ini serta bisa memenuhi target setoran PAD ke Kas Daerah.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.