Saturday, 29 April, 2017 - 11:55

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

FESTIVAL BAJO PASAKAYYANG 2015 - Ajang Promosi Destinasi Wisata Morowali

Pembukaan Festival Bajo Pasakayyang (FBP) 2015 di Pelabuhan Kaleroang, Bungku Selatan, Morowali, Sulawesi Tengah yang berlangsung meriah, Sabtu (21/11/2015). (Foto : Ahyar Lany)

GUGUSAN pulau yang dikenal dengan pulau Sombori tidak kalah dengan Raja Ampat maupun Wakatobi. Perkenalkan, inilah destinasi wisata bahari di Sulawesi Tengah yang siap dipromosikan hingga ke mancanegara. (Laporan : Ahyar Lany/Morowali)

Ribuan masyarakat Bajo di Morowali menghadiri pembukaan Festival Bajo Pasakayyang (FBP) 2015 di Pelabuhan Kaleroang, Bungku Selatan, Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (21/11/2015). FBP 2015 untuk mempromosikan destinasi wisata itu dibuka Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola didampingi Bupati Morowali, Anwar Hafid.

Longki Djanggola mengatakan, pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyambut baik dan mengapresiasi even Wonderfull Indonesia melalui kegiatan FBP 2015 tersebut.

Dia mengatakan, Morowali adalah salah satu daerah yang menjadi target pariwisata di Sulawesi Tengah. FBP 2015 menjadi momen yang tepat dalam mempromosikan potensi wisata di daerah. Seperti potensi wisata pulau Sombori yang dapat ditetapkan sebagai salah satu destinasi kawasan pariwisata di Indonesia.

"Selain mempromosikan potensi perikanan dan kelautan, melalui Festival Bajo Pasakayyang juga sangat strategis untuk mempromosikan berbagai potensi yang ada di daerah ini. Saya mengajak kita semua untuk selalu menjaga dan memelihara laut kita," ungkapnya.

Longki berharap, melalui FBP 2015 dapat mendorong akselerasi berbagai potensi kelautan dan perikanan, dalam rangka mewujudkan poros maritim dunia di Indonesia.

Ke depan, kata dia, dengan dibukanya Bandar Udara Morowali, maka akan memudahkan pintu masuk bagi wisatawan mancanegara ke Morowali.

"Selain telah ditetapkan sebagai Kawasan Industri Morowali Tsingshan, Morowali juga dapat ditetapkan sebagai salah satu Destinasi Kawasan Wisata Sulawesi Tengah di Indonesia," sebut Longki.

Sementara itu, Bupati Morowali, Anwar Hafid mengatakan, pelaksanaan FBP 2015 memiliki tujuan besar dalam mengangkat harkat dan martabat Morowali dibidang pariwisata.

Dia mengutarakan rasa terima kasihnya, atas dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan Kementerian Pariwisata RI.

Anwar mengungkapkan, meskipun FBP identik dengan masyarakat Bajo, namun FBP bukan hanya semata-mata milik masyarakat Bajo, tapi menjadi milik bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Morowali.

"Ada harta yang paling berharga diberikan Allah SWT di Morowali, dengan adanya gugusan pulau-pulau yang kita kenal dengan pulau Sombori. Tidak kalah dengan Raja Ampat maupun Wakatobi. Sehingga, ke depan akan hadir para wisatawan mancanegara di Morowali," ujar Anwar.

"Kami berharap Pak Gubernur dapat mendukung dari provinsi," harapnya.

Olehnya, dia mengajak seluruh masyarakat Morowali untuk tetap memiliki semangat. Kehadiran masyarakat di FBP tahun ini, kata dia, bukan hanya masyarakat Bajo, tapi juga masyarakat dari Solonsa (Kecamatan Witaponda) hingga Terobino (Kecamatan Menui Kepulauan).

Sementara, Deputi Pengembangan Promosi Asean, Kementerian Pariwisata RI, Edi Susilo, pada malam puncak FBP 2015 mengatakan, bahwa tujuan Wonderfull Indonesia adalah untuk memajukan pariwisata di Indonesia.

Menurut dia, pelaksanaan FBP 2015 dapat menjadi salah satu even Wonderfull Indonesia dalam mempromosikan potensi kepariwisataan yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Morowali.

"Kami berpesan agar informasi tidak telat dan dukungan fasilitas internet bisa sampai ke Morowali," pesan Edi pada malam puncak FBP 2015 di lapangan Kaleroang.

Pelaksanaan FBP tahun ini cukup meriah dengan menampilkan beragam kegiatan adat dan budaya suku Bajo. Seperti pementasan teater drama "Hilangnya Sang Putri Paku", yang mengkisahkan asal-muasal penyebaran suku Bajo atau suku Sama di berbagai penjuru dunia dari sebuah kerajaan Johor. Juga pentas seni tari suku Bajo.

Selain itu, digelar upacara adat suku Bajo, perahu hias terpanjang, pameran kuliner yang menampilkan beragam menu makanan suku Bajo, ceramah tauziah dalam nada, serta hiburan malam yang dimeriahkan artis ibukota.

Pada acara pembukaan dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, serta beberapa investor kepariwisataan dari luar negeri.

Turut pula hadir Kapolres Morowali, AKBP Edwan Syaiful, Dandim 1311 Morowali yang diwakili Danramil Bungku Selatan, Kapten Latara, Ketua DPRD Morowali, Ambo Dalle, Wakil Ketua I DPRD Morowali, H Silahudin Karim, Wakil Ketua II DPRD Morowali, Taslim, serta calon wakil gubernur Sulawesi Tengah, Ihwan Datu Adam.

Selain itu, Wakil Bupati Morowali, SU Marunduh, Plt Bupati Morowali Utara, Yalber Tulaka, Asisten II Morowali Utara, Amirullah Sia, Sekwan Morowali Utara, Djira K, sejumlah anggota DPRD dan pimpinan SKPD Morowali, sesepuh suku Bajo, serta ribuan masyarakat Bajo di Morowali.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.