Thursday, 16 August, 2018 - 20:11

FJ, Tersangka Penggelapan 10 Unit Mobil Kerap Gunakan Barang Branded

Ilustrasi. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - FJ, tersangka penggelapan 10 unit mobil yang tengah ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Palu, merupakan PNS di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng sebagai staf bagian keuangan dan aset.

Sebelum kasus penggelapan terkuak, FJ merupakan staf dibagian Kepegawaian dan Umum BPBD Sulteng. Kasub Kepegawaian dan Umum BPBD Sulteng Zul’aida Sahoyo menerangkan FJ pindah kebagian keuangan dan aset sejak 18 Juli 2018, sekitar dua minggu sebelum kasus penggelapan terkuak pada 31 Juli.

“Dulunya dia juga sempat dibagian program, tapi terakhir dibagian keuangan dan aset,” ujar Zul’aida saat ditemui di Ruang kerjanya bersama staf kepegawaian dan umum lainnya, Senin, 6 Agustus 2018.

Zul’aida bersama staf lainnya di BPBD Sulteng mengaku kaget dengan dugaan kasus penggelapan yang dilakukan FJ. Secara pribadi, Zul’aida menerangkan tidak mengetahui pasti kondisi kehidupan FJ. Hanya yang ia ketahui kondisi rumah tangga FJ saat ini sedang tidak harmonis. Informasi yang diterima, FJ memiliki tiga orang anak, satu diantaranya telah bekerja sebagai pramugari.

“Anaknya tiga, cuma status dengan suami tidak jelas karena belum ada putusan cerai,” ucap Zul’aida.

Pasca terkuaknya kasus penggelapan, Zul’aida mengatakan FJ tidak masuk lagi menjalankan kewajiban sebagai PNS. FJ dalam keseharian sebagai staf di BPBD Sulteng dikenal kurang terbuka dan hanya berbincang seperlunya kepada sesama staf.  Zul’aida sendiri mengaku pernah kesal kepada FJ karena dalam suatu kesempatan saat dihubungi berkali-kali melalui ponsel tidak ada jawaban.

“Tidak ada lagi nomor HP-nya sama saya, sudah saya hapus. Dengan kasus ini saya berharap dia bisa berubah ,” tandas Zul’aida.

FJ diketahui dalam beberapa bulan terakhir sebelum kasus penggelapan terkuak hanya melakukan apel pagi hari, sementara siang hari tidak berada lagi di meja kerjanya. Informasi yang dihimpun Metrosulawesi dari rekan kerja FJ semasa dibagian kepegawaian dan umum, FJ kerap menggunakan barang-barang branded (bermerek) diantaranya sepatu dan tas.

“Sepatunya merek gosh, tasnya rotelli. Tas rotelli itu paling murah empat ratus ribuan, bahkan sampai jutaan,” ucap rekan FJ semasa dibagian kepegawaian dan umum.

Sementara itu Sekretaris BPBD Sulteng Rizal Abd Rahim mengatakan FJ hingga saat ini masih berstatus sebagai PNS di BPBD Sulteng. Pihaknya belum bisa memutuskan sanksi tehadap FJ sebelum ada putusan hukum tetap.

“Dia (FJ) masih pegawai BPBD, kita masih tunggu proses hukumnya selesai. Nanti tinggal dilihat putusan hukumnya, kalau memang putusan hukumannya pidana lebih dari dua tahun, kemungkinan akan diberhentikan sebagai PNS, tapi kalau kurang dua tahun hanya dilakukan pembinaan,” kata Rizal.

Seperti diberitakan sebelumnnya, FJ ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pengelapan 10 unit mobil. Sumber Metrosulawesi menyebutkan tersangka FJ menjalani pemeriksaan secara maraton.

“Pemeriksaan ini dilakukan untuk menggali lebih jauh lagi kepada siapa saja mobil rental itu digadaikan,” kata sumber itu.

Informasi yang diperoleh Metrosulawesi, ke-10 mobil yang digadaikan tersangka, konon ada di antaranya digadaikan ke beberapa oknum aparat keamanan.

“Untuk kepentingan penyidikan, semua mobil itu nantinya akan dijadikan barang bukti oleh penyidik,” kata sumber itu.

Pantauan Metrosulawesi di Mapolres Palu, Jumat (3/8) beberapa pemilik rental tampak mendatangi Mapolres Palu. Saat penyidik menggiring tersangka FJ yang mengenakan pakaian tahanan itu ke ruang penyidikan, di antara pemilik rental meneriakinya.

Kasat Reskrim Polres Palu AKP Holmes Saragih SIK, saat ditemui di Mapolres Palu, Jumat 3 Agustus 2018 mengatakan, penahanan tersangka FJ dilakukan sejak Rabu 1 Agustus 2018. 

“Pelaku sudah kami amankan, dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka, dan saat ini sudah kami lakukan penahanan,” ungkapnya.

Sementara itu Paur Humas Polres Palu, Aipda I Kadek Aruna saat ditemui di Mapolres Palu mengatakan, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, FJ sempat menjalani pemeriksaan dengan status sebagai saksi.

Setelah cukup bukti perbuatannya menggelapkan 10 unit mobil rental, dengan cara menggadaikannya ke orang lain, tersangka FJ sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan melakukan penahanan.

“Saat ini sudah ada empat unit barang bukti yang sudah berhasil kami amankan, yaitu Honda Mobilio DN 1503 AY, Toyota Alya DN 1558 NG, dan  Kijang Inova DN 1408 AT. Barang bukti lainnya masih dalam pencarian, karena menurut keterangan pelaku mobil sudah digadaikannya di luar Kota palu,” urainya. (mic)

Polisi Tetapkan Terangka Baru

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Palu yang menangani kasus itu terus mendalami kasus penggelapan 10 Unit kendaraan  roda empat, dengan modus menyewa  kendaraan roda empat yang di sewakan (Mobil Rental _Red), dan kemudian menggadaikannya kepada orang lain.

Dalam pemeriksaan terhadap tersangka FJ, yang merupakan oknum ASN di BPBD Sulteng itu, polisi berhasil mendapatkan satu nama lagi yang juga saat ini sudah diamankan di Polres Palu, dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Holmes Saragih SIK, mengungkapkan, pihaknya kembali menetapkan satu tersangka lagi dalam kasus tersebut, dan tersangka ini juga merupakan seorang wanita.

“Iya, kami sudah melakukan penahan terhadap satu tersangka lagi, dalam kasus penggelapan mobil rental, yang berinisial WW, di salah satu kos-kosan yang ada di kota Palu,” ungkapnya, kepada Metrosulawesi, Senin 6 Agustus.

Holmes juga mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka WW. Polisi ingin mengetahui lebih jauh keterlibatan WW dalam kasus itu.

“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka WW, terkait keterlibatannya dalam kasus yang merugikan korbannya ratusan juta rupiah ini,” ucap Kasat Reskrim Polres Palu itu.

Namun, Mantan Kasat Reskrim Poso itu enggan membeberkan pekerjaan dan alamat lengkap satu tersangka tersebut.

Seperti diketahui, hingga saat ini, Polres Palu baru mengamankan sebanyak empat dari 10 unit mobil rental yang digadaikan tersangka. Penyidik Polres Palu terus mengakukan pengembangan untuk menemukan barang bukti lainnya. (edy)


Editor: Udin Salim