Sunday, 25 June, 2017 - 03:11

FMBLB Laporkan 4 Kasus Korupsi ke Kejari Balut

SERAHKAN LAPORAN - Utusan FMBLB Suparto saat menyerahkan laporan aduan pendahuluan dugaan tindak pidana korupsi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Banggai Laut, Teguh Suhendro, SH MHum, Rabu 31 Mei 2017. (Foto : Mohamad Ikbal/ Metrosulawesi)

DILAPORKAN KE KEJARI:
  • Perjalanan Dinas Bupati Balut tahun anggaran 2016 dan 2017
  • Pekerjaan rehab laundry RSUD Balut tahun anggaran (DAU) 2017
  • Pemotongan dan penerimaan jasa pelayanan pasien BPJS RSUD Balut anggaran 2016
  • Pekerjaan proyek tahun anggaran 2016 yang dikerjakan oleh kerabat dan kolega Bupati Balut.

Balut, Metrosulawesi.com - Beberapa perwakilan Forum Masyarakat Banggai Laut Bersatu (FMBLB) mendatangi Kejaksaan Negeri Banggai Laut dengan membawa beberapa laporan mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang telah terjadi di Kabupaten Banggai Laut.

"Kedatangan kami di sini untuk berkoordinasi sekaligus melaporkan beberapa dugaan tindak pidana korupsi yang telah terjadi di daerah yang kita cintai ini Banggai Laut," Kata salah satu utusan FMBLB Fairus Montilamo di gedung Kejari Balut, Rabu 31 Mei 2017.

Dalam laporan aduan pendahuluan dugaan tindak pidana korupsi yang disampaikan oleh FMBLB ke kejari Balut sedikitnya ada empat poin penting yang diminta untuk ditindaklanjuti. Yakni perjalanan Dinas Bupati Balut tahun anggaran 2016 dan 2017, pekerjaan rehab laundry RSUD Balut tahun anggaran (DAU) 2017, pemotongan dan penerimaan jasa pelayanan pasein BPJS RSUD Balut anggaran 2016 dan pekerjaan proyek tahun anggaran 2016 yang dikerjakan oleh kerabat dan kolega Bupati Balut.

Selain ke empat point tersebut yang dilaporkan secara tertulis, FMBLB juga menyoroti pencairan dana desa dari BPD Sulteng berpindah ke BRI serta beberapa beberapa paket proyek pembebasan lahan yang sampai saat ini belum jelas dibayarkan atau tidak.

"Setelah laporan dugaan tindak pidana korupsi ini kami serahkan maka selanjutnya kami berharap Kejari Balut untuk bisa menindaklanjuti dengan membentuk tim pencari fakta untuk melakukan penyelidikan sesuai dengan kewenangan dan kami akan kembali lagi disini setelah selesai bulab puasa untuk menanyakan sejauh mana perkembangan laporan dari kami FMBLB," ungkap utusan FMBLB lainnya Suparto.

Kedatangan utusan FMBLB diterima langsung oleh Kepala Kejari Balut Teguh Suhendro, SH. M.Hum serta didampingi kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Andi Andri Utama, SH.

Kepada FMBLB Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Balut Andi Andri mengatakan akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan dengan mengumpulkan data dan bahan keterangan sebelum melakukan penyelidikan dan penyidikan.

"Dari pengumpulan data dan bahan keterangan ini, kami bisa menentukan langkah, apakah memang benar dugaan korupsi itu," ujarnya.

Andi juga berharap agar FMBLB ikut memberikan data dan jika memang ada pelanggaran hukum yang merugikan negara, maka pihaknya akan tegas.

"Peran semua pihak dibutuhkan dalam hal pengumpulan data. Harapan berikan kami data yang benar-benar valid sehingga prosesnya cepat dan mudah," tandas Andi.

Kepala Kejari Balut Teguh Suhendro dalam kebijakan pun berjanji jika memang ada indikasi dugaan tindak pidana korupsi maka dirinya akan mengeluarkan surat perintah untuk segera ditindaklanjuti.

"Secepatnya akan dikeluarkan perintah mengumpulkan data kalau memang ada indikasi pelanggaran hukum maka akan di lanjutkan. Dan sudah sesuai dengan kebijakan yang kami lakukan setiap laporan yang terbukti ada tindakan merugikan negara maka akan ditindaklanjuti," tegas Teguh.

Meskipun demikian, Teguh mengatakan tidak semua tindak pidana korupsi harus berakhir kehukum. Namun ada tindakan yang harus tetap dijunjung yakni pemberian waktu kepada pelaku tindak pidana korupsi untuk pengembalian kerugian negara.

"Ada waktu 60 hari untuk pengembalian kerugian negara tersebut jika tidak dilakukan maka akan diproses selanjutnya. Kejaksaan bukan hanya sekedar melakukan penindakan tapi juga harus melakukan pencegahan," terangnya.

Setelah selesai mendapatkan penjelasan dan jawaban, FMBLB pun menyerahkan laporan dugaan tindak pidana korupsi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Banggai Laut.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.