Sunday, 22 July, 2018 - 09:16

Forki Sulteng Siap Berburu Emas di Piala Mendagri

ATLET KARATE - Kristo Mondolu (kiri) menjadi peraih nilai tertinggi dari 10 besar pelatih pratama karate Indonesia yang mengikuti sertifikasi pelatih di Lembag Hijau, Ciloto, Jawa Barat, 11-14 Desember 2017. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Forki Sulawesi Tengah mengakhiri tahun 2017 dengan catatan sekaigus tantangan, menyusul Kristo Mondolu dan Ateng Wahyudi lulus sebagai pelatih pratama serta YM Qasim meraih peringkat dua kejuaraan antar master di kelas kumite -84 kg putera.

Kristo Mondolu bahkan menjadi peraih nilai tertinggi dari 10 besar pelatih pratama karate Indonesia yang mengikuti sertifikasi pelatih di Lembag Hijau, Ciloto, Jawa Barat, 11-14 Desember 2017.

“Saya juga kaget setelah dinyatakan sebagai peserta dengan nilai tertinggi dari ratusan peserta pelatih karate yang ikut. Terima kasih untuk Pengda Forki Sulawesi Tengah terutama ketua Ahmad Ali yang selama ini berada di depan untuk peningkatan prestasi dan memberi kepercayaan kepada kami,” kata Kristo sesampainya di Palu, Kamis 15 Desember 2017.

Tugas selanjutnya, kata Kristo, adalah membagi ilmu yang didapat kepada pelatih-pelatih di daerah tingkat dua dan kota serta menyiapkan tim menghadapi Kejurnas Piala Mendagri, Maret 2018 mendatang.

“Apalagi kita telah ditunjuk sebagai tuan rumah. Pelatda akan segera kita lakukan untuk mendapatkan hasil terbaik,” ujar Kristo.

Sementara itu karateka YM Qasim meski dikalahkan karateka Jawa Barat di nomor final kumite kelas -84 kg tetap menjadii prioritas masuk dalam pelatnas Karate Asian Games 2018 bulan Agustus di Jakarta.

“Apa yang dicapai Forki Sulawesi Tengah selama 2017 biarlah menjadi catatan untuk menyiapkan diri pada target besar kami di PON Papua 2019. Untuk itu target kita selanjutnya adalah Sukses Kejurnas Piala Mendagri dan Emas PON Papua,” tegas Ahmad M Ali selaku Ketua Umum Pengda Forki Sulawesi Tengah.


Editor : Elwin