Saturday, 23 June, 2018 - 01:17

Formasi CPNS, Pemkot Palu Usulkan 2.936, Morowali 2.123

H Baso. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pemkot Palu tahun ini pihaknya mengusulkan formasi penerimaan CPNS sebanyak 2.836 orang. Angka ini lebih banyak dibanding pengusulan Pemkab Morowali yang mengusulkan penerimaan sebanyak 2.123 orang. Usulan penerimaan itu sudah diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palu Drs H Baso mengatakan, Pemerintah Kota Palu terdiri atas beberapa tingkatan di antaranya Jabatan Fungsional Umum, Guru dan Kesehatan, sehingga dibagi tiga klasifikasi.

Olehnya kata Baso, untuk jabatan fungsional umum yang diusulkan ke MenPAN-RB sebanyak 1.566 orang.

“Sementara untuk guru SD yang diusulkan sebanyak, 320 orang, sedangkan guru SMP 152 orang, selain itu, untuk tenaga kesehatan karena ada pegawai kekurangan di Rumah Sakit Umum sebanyak 598 orang, sementara dilungkungan Dinas Kesehatan Kota Palu, khususnya di Puskesmas sebanyak 200 orang,” jelasnya.

Maka untuk jumlah keseluruhan kata Baso, yang diusulkan ke Menpan-RB pusat sebanyak 2.836 ini kebutuhan CPNS di Pemkot Palu.

Baso mengaku, semua data tersebut telah dikirim ke Menpan Pusat, BKD Kota Palu tinggal menunggu jawaban dari pusat.

“Namun untuk belanja Aparatur kami sekarang kalau tidak salah di atas 50 persen, olehnya itu dalam peraturan Menpan RI, jika belanja aparatur 50 persen ke atas sudah tidak diberikan formasi. Namun pihaknya belum ketahui pasti tahun ini berapa belanja aparatur apakah di atas atau dibawah 50 persen, karena yang lebih tahu itu adalah bagian Keuangan Pemkot Palu,” ujarnya.

Terpisah, Pemkab Morowali untuk tahun ini mengusulkan formasi sebanyak 2.123 CPNS.

Kabid Pengadaan, Mutasi, Informasi Pengembangan Kompotensi Aparatur dan Pemberhentian BKD Pemkab Morowali, Muhammad Asyikin mengatakan, usulan itu sudah masuk di kementerian PANRB sejak Januari 2018 lalu.

"Mengenai kuota berapa yang akan diakomudir untuk Kabupaten Morowali, hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan pusat. Cara penerimaan menggunakan sistim On-Line," terang Asyikin kepada Metrosulawesi.

Oleh sebab itu, karena semua usulan telah masuk, maka mengenai kelanjuntan berikut,Pemerintah Kabupaten Morowali tinggal menunggu lagi hasil keputusan kementerian PANRB, karena memang pemerintah daerah hanya sebatas memberikan usulan dan teknis lainya itu wewenang kementerian. (rad/del)


Editor: Udin Salim