Saturday, 22 September, 2018 - 09:45

Formasi Penerimaan CPNS 2018: Morowali 150 Guru, Parimo 129 Kesehatan

Ardi Kadir - Muhammad Asyikin. (Foto: Ist)

Morowali, Metrosulawesi.com - Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 dilakukan serentak mulai 19 September nanti. Sejumlah daerah di Sulteng pun sudah menerima jumlah kuota yang akan diterima. Setiap daerah memiliki kuota yang berbeda.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali misalnya, mendapatkan kuota sebanyak 244 orang, dengan formasi terdiri atas tenaga pendidik, kesehatan dan tenaga teknis.

"Dari total jumlah 244 orang, alokasinya terdiri dari tenaga pendidik sebanyak 150 orang, kesehatan 74 orang dan tenaga teknis 20 orang," ungkap Muhammad Asyikin, Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Mutasi, Pengembangan Kompetensi Aparatur dan Pemberhentian, Kamis, 13 September 2018.

Kata Asyikin, dalam rekomnendasi ini ada formasi yang ganda, yakni formasi di bidang tenaga kesehatan dan akan segera dilakukan revisi, namun  tidak akan mengurangi jumlah kuota yang sudah direkomendasikan.

"Kalau direvisi masih diperbolekan, tapi untuk menambah dan mengurangi kuota sama sekali tidak bisa lagi. Formasi itu akan direvisi di Kemenpan-RB, hal ini sementara masih dalam proses," ujarnya.

Menyangkut syarat pendafratan semua sudah ditetapkan untuk dipatuhi dalam proses ini dan apabila ada lagi syaratnya yang perlu ditambahkan, maka diserahkan kepada daerah yang menentukannya dan setiap daerah memiliki perbedaan soal membuka jadwal pendaftaran.

"Untuk saat ini kami belum mengetahui kapan jadwal Morowali untuk membuka pendaftaran dan masih menunggu. Hasil tes sendiri diumumkan 30 November 2018 dan jadwal pengumuman tes ini berlaku sama untuk semua daerah," pungkas Muhamammad Asyikin menambahkan.

Sementara itu, Pemkab Parigi Moutong (Parimo) mendapat kuota sebanyak 231 orang, juga dengan tiga kategori, yakni: tenaga kependidikan 85 orang, tenaga kesehatan 129 orang, dan tenaga teknik 17 orang.

“Karena sesuai keputusan Pemerintah lewat Menpan-RB bahwa kabupaten Parimo jumlah CPNS yang dibutuhkan sebanyak 231 orang,” jelas Sekda Parimo, Ardi Kadir kepada pada wartawan, Kamis 13 September 2018.

Ardi mengatakan, pendaftaran dibuka pada tanggal 19 september 2018, serta untuk ujian CPNS pada bulan oktober 2018 mendatang.

Dia juga mengatakan, bahwa secara resmi beberapa waktu lalu Mentri Aparatur Negara (Menpan) melakukan rapat koordinasi kepada seluruh gubernur, sekretaris daerah Provinsi dan sekretaris daerah kabupaten se indonesia, dengan hasil pada rakor tersebut kita mendapatkan informasi bahwa tahun 2018 ini resmi ada pelaksanaan penerimaan CPNS dengan dua kategori yakni pertama kategori khusus, dan kategori umum.

“Untuk itu yang dimaksud dalam kategori khusus dalam rakor tersebut yakni kategori bagi yang akan diterima menjadi PNS atau CPNS dengan kriteria tertentu, seperti diberi kesempatan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mendapat prestasi pada saat dia kuliah sehingga mereka diberi kesempatan untuk mengikuti CPNS,” katanya.

Khusus untuk honorer K-II katanya berdasarkan SK Menpan Nomor 393 tahun 2018, pada tanggal 31 Agustus 2018, Kabupaten Parimo mendapatkan jatah  30 orang K2 dari guru.

“Jatah 30 K-II untuk tenaga guru itu, di luar dari penerimaan CPNS 2108 ini, karena itu masuk dalam kategori khusus, Sehingga batas khususnya seperti itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa penerimaan CPNS tahun 2018, yang banyak diterima itu adalah tenaga kesehatan, serta tenaga kependidikan dan kemudian tenaga teknik hanya beberapa orang saja.

“Karena tenaga teknik tersebut nantinya akan diperuntukkan untuk beberapa OPD yang jumlahnya sangat terbatas. Dan sistem pendaftaran CPNS tahun 2018 ini sudah memakai sistem Online, dan tidak ada pendaftaran di OPD terkait,” pungkasnya. (rad/zul)


Editor: Udin Salim

Tags: