Friday, 18 August, 2017 - 09:21

FPI Sulteng Desak Hukuman Bagi Ahok Diperberat

DEMO AHOK - FPI Sulteng bersama sejumlah ormas Islam saat melakukan demo di Palu, Jumat 5 Mei 2017. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sulteng, Husen Idrus Alhabsyi sebagai Kordinator aksi, menyatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta, telah mencoba permainkan hukum dengan bersilat lidah untuk membela Ahok. JPU hanya menggunakan pasal 156 KUHP dengan pertimbangan jaksa Ahok tidak menistakan agama melainkan hanya menghina sekelompok golongan yaitu umat Islam.

“Sehingga dalam kasus ini, Jaksa hanya menuntut Ahok dengan penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun. Sebab Jaksa hanya menggunakan pasal alternatif 156 KUHP dalam penghinaan dalam golongan tertentu atau hanya pada umat Islam,” ungkapnya saat berorasi di depan massa aksi, Jumat 9 Mei 2017.

Kata Husen Idrus, berdasarkan jadwal persidangan pada tanggal 9 Mei nanti, Majelis Hakim akan membacakan putusan pengadilan, sebagai umat Isalm harus satukan presepsi, satukan tekat untuk penuntut keadilan.

“Olehnya itu sebagai umat Islam yang beriman, kami menggelar aksi 5 Mei 2017 ini untuk mem-pressure persidangan kasus Ahok tersebut,” tambahnya.

Mewakili kepala Kejati Sulteng, Asisten Intelejen Ujang Supriyanto yang menerima para aksi menyatakan, dengan prinsip yang sama untuk tetap menjaga keutuhan NKRI.

“Untuk peroses persidangan Ahok kita tentunya sudah melihat langsung jalanya persidangan sampai saat ini, sehingga apa yang sudah di putuskan oleh Hakim itulah fakta dalam persidangan,” ungkapnya di depan masa aksi.

Setelah mendapatkan jawaban di Kejati Sulteng masa aksi meneruskan deklarasinya di depan Pengadilan Negeri Sulteng dengan membawa tuntutan yang sama. Dengan pengawal super ketat yang dilakukan oleh Kepolisian Polres Palu dan anggota Kodim 1306/Donggala.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Berita Terkait