Tuesday, 21 August, 2018 - 06:30

Full Day School Perkuat Pendidikan Keluarga

BERSAMA MURID - Kepala SMP Negeri 5 Palu Ramlah M Siri saat berada di tengah-tengah peserta didiknya dalam pelaksaan literasi di sekolah belum lama ini. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - SMP Negeri 5 Palu mulai menerapkan sistem sekolah lima hari (Full Day School). Tujuannya, memperkuat pendidikan keluarga. Orang tua dan anak diharapkan memiliki banyak waktu luang berinteraksi pada Sabtu dan Minggu.

Kepala SMP Negeri 5 Palu, Ramlah M Siri mengatakan pendidikan keluarga sangat penting untuk tumbuh kembangnya anak, dimana keluarga dapat mengembangkan karakter anak. Perlu diketahui, keluarga adalah pilar utama menentukan kesuksesan anak setelah di luar jam sekolah.

Ramlah mengaku, kerap mengingatkan kepada orang tua siswa harus bisa menjaga anak-anaknya, mengontrol dan membimbingnya dengan cara yang baik. Jika tidak, anak-anak bisa tergelincir pada pergaulan yang salah, karena salah dalam memilih teman bergaul.

“Satu, dua hari ini, mungkin masih menjadi anak kita, tapi dua, tiga atau empat tahun kedepan, mungkin sudah bukan jadi anak kita, karena mungkin dia sudah di dalam sel, rumah sakit jiwa, atau rumah sakit umum dalam perawatan,” ungkap Ramlah di Palu, Kamis, 19 Juli 2018.

Sebab dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pengembangan karakter anak, tidak bisa hanya mengandalkan pihak sekolah, harus banyak komponen yang terlibat didalamnya, termasuk orang tua.

Untuk SMP Negeri 5 Palu, kata Ramlah, saat ini juga tengah mengembangkan pendidikan ramah anak dan mengajar pakai hati.

Artinya, sekolah harus menciptakan suasana yang senyaman mungkin bagi anak-anak, agar setiap anak merasa betah tinggal di dalam sekolah. Begitu juga dalam pendidik dan memberikan pelajaran, tidak boleh lagi dengan cara keras dan marah kepada peserta didik, namun harus disampaikan dengan sebaik mungkin, sehingga peserta didik tidak merasa diintimidasi.

“Jangan lagi ada jarak antara guru dengan siswanya, harus dihilangkan sekat pemisah antara guru dengan anak, sehingga setiap anak merasa aman berada di samping bapak/ibu gurunya, itulah baru namanya sekolah, rumah kedua setelah rumah kedua orang tuanya,” jelas Ramlah. 

 

Editor: M Yusuf Bj