Saturday, 25 November, 2017 - 04:13

Gaji Guru Honorer Dibayar Siswa, Besaran Sumbangan Berbeda di Setiap Sekolah

Kepala Disdikbud Sulteng, Irwan Lahace. (Foto : Dok Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulteng terus mencari solusi penggajian para guru honorer SMA sederajat. Salah satu yang diusulkan sumbangan dari orang tua siswa.

“Saat ini kami tengah mematangkan usulan itu sembari berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk ke sekolah-sekolah,” kata Kepala Disdikbud Sulteng, Irwan Lahace di Palu, Kamis, 19 Januari 2017.

Irwan mengatakan, secara regulasi pungutan semacam ini memang diperbolehkan, sebagaimana  diamanat Undang-Undang 20 Tahun 2003. Disebutkan bahwa pembiayaan sekolah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat.

Usulan meminta sumbangan dari orangtua siswa itu kata Irwan, akan diusulkan kepada gubernur. Dia berharap cara ini bisa menjadi solusi penggajian guru honorer, yaitu melalui sumbangan siswa lewat orang tua murid.

Terkait dengan usulan itu katanya, pihaknya sudah melakukan koordinasi ke sejumlah pihak, salah satunya ke beberapa kepala SMA sederajat. Termasuk menggelar pertemuan dengan tim Satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Sulteng. Tim Saber Pungli katanya, meminta Disdikbud Sulteng mengambil rujukan perhitungan sumbangan dari Disdikbud Provinsi Jawa Timur yang telah menerapkan pungutan sumbangan dari orang tua siswa.

Atas saran Tim Saber Pungli itu, pihaknya sudah menghubungi Kepala Disdikbud Jawa Timur. Dari hasil pembicaraannya,  terungkap bahwa untuk perhitungan nominal sumbangan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setempat. Mendapat informasi itu, Irwan pun mengaku, langsung berkoordinasi dengan BPS Sulteng.

“Karena ternyata untuk penghitungannya ada indeks tertentu yang harus diperhatikan. Tentu antara SMA daerah yang satu dengan daerah lain akan ada perbedaaan. Saya sudah rapat dengan BPS Sulteng untuk membicarakan hal tersebut. Syukur alhamdulillah mereka siap membantu dalam hal perhitungan itu,” ujarnya.

Namun untuk penghitungan tersebut membutuhkan waktu, ia berharap BPS bisa secepatnya memberikan hasil perhitungan. Hal ini agar bisa melangkah ke tahap selanjutnya yaitu melaporkan ke gubernur atas rencana usulan tersebut.

“Saat ini sudah ada titik terangnya, jika sudah ada hasil perhitungan dari BPS, maka dalam waktu dekat akan ada surat keputusan dan edaran oleh Gubernur untuk seluruh SMA/SMK di Sulteng sebagai dasarnya,” tutur Irwan.

Senada dengan usul Irwan Lahace, Gubernur H Longki Djanggola saat dihubungi Metrosulawesi juga mengatakan pengajian guru honorer dibebankan kepada SMA/SMK masing-masing. Sedangkan yang berstatus PNS dipastikannya akan ditanggung oleh Pemprov Sulteng.

“Kedepan SMA/SMK dapat memungut biaya guru honor tersebut dari para orang tua yang mampu,” kata gubernur.

Seperti diberitakan, persoalan penggajian guru honorer ini menjadi persoalan, menyusul dialihkannya status guru SMA/SMK dari kabupaten/kota ke Pemprov. Hal ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari amanat UU No 23 Tahun 2014. (del/mic)


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.