Thursday, 20 September, 2018 - 21:17

Gaji Honorer Baru DPRD Sulteng Dipertanyakan

Gedung DPRD Sulteng. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Sejak Januari 2017, 100 orang lebih pegawai honorer di Kantor DPRD Sulawesi terkena kebijakan pemotongan gaji oleh Sekretaris DPRD (Sekwan) Sulawesi Tengah, Mukmin Sudjuha. Pemotongan tersebut untuk membayar gaji tenaga honorer yang baru masuk.

Berdasarkan keluhan sejumlah pegawai honorer di DPRD Sulawesi Tengah, nilai potongan berbeda antara tamatan sarjana dan SMA. Bagi Sarjana, dikenakan potongan Rp81 ribu perbulan dari total total gaji Rp1,5 juta, sedangkan tamatan SMA dipotong Rp50 ribu dari gaji Rp1,250 juta. Dengan berlakunya potongan tersebut, saat ini tamatan sarjana menerima gaji sebesar Rp1,419 juta sedangkan tamatan SMA menerima Rp1,2 juta.

Salah seorang honorer yang enggan menyebutkan namanya, Jumat, 17 Maret 2017 mengatakan, pemotongan mulai berlaku sejak Januari 2017. Sejauh ini, honorer sudah mengalami dua kali pemotongan yakni Januari dan Februari.

“Menurut keterangan dari pihak sekretariat dewan, gaji kami dipotong untuk menutupi gaji tenaga honorer yang baru masuk. Kalau tidak salah jumlahnya sekitar 10 orang,” kata pegawai honorer tersebut.

Meskipun pasrah dengan kebijakan Sekwan tersebut, namun dirinya merasa aneh penggajian tenaga honor baru harus berdampak pada gaji mereka. Padahal, selain menerima honorer baru, DPRD Sulteng juga memberhentikan beberapa honorer lama.

“Seharusnya gaji honorer lama saja yang pakai menggaji honorer baru,” ujar pegawai honorer tersebut.

Ironisnya, informasi yang dihimpun media ini, di Gedung DPRD Sulawesi Tengah, gaji honorer baru selama satu bulan telah dibayarkan, sementara gaji honorer lama telah dipotong dua bulan.

Hal itu menjadi tanda tanya sejumlah honorer lama. Menurut mereka, jika honorer yang baru masuk hanya menerima gaji satu bulan, sementara gaji honorer lama telah dipotong dua bulan, maka potongan gaji satu bulan honorer lama dikemenakan.

Berdasarkan data yang ada, jumlah honorer di DPRD Sulawesi Tengah mencapai 150 orang. Artinya, kurang lebih total potongan honorer lama Rp 19.650.000 selama dua bulan. Sementara jumlah honorer baru yang diterima hanya 10 orang, dengan kisaran besaran gaji keseluruhan Rp12.500.000.

Dari total potongan dengan gaji yang dibayarkan kepada honorer baru masih ada selisih Rp7.150.000. Selisih gaji tersebut dipertanyakan keberadaannya oleh tenaga honorer lama. 

 
Editor : M Yusuf BJ