Monday, 26 June, 2017 - 08:14

Gebrakan Baru, Bupati Touna Wajibkan PNS Shalat Berjamaah

Bupati Touna, Mohammad Lahay. (Foto : Metrosulawesi/Eddy)

"Penerapan shalat berjamaah ini harus saya dorong, kapan saya tidak lakukan ini sebagai seorang pemimpin saya akan diminta pertanggungjawaban nanti," - Mohammad Lahay, Bupati Touna -

Ampana, Metrosulawesi.com - Bupati Tojo Unauna (Touna), Mohammad Lahay mewajibkan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Touna yang beragama Islam untuk melaksanakan shalat jamaah di lingkungan kerja masing-masing.

“Mulai pada hari ini saya sudah sepakat dengan Wakil Bupati, seluruh PNS Lingkup Pemda Touna, yang muslim mulai dari Sekertaris Daerah (Sekda) ke bawah wajib untuk melakukan shalat berjamaah, Dzuhur dan Ashar di masjid kantor Bupati Touna,” kata Mohammad Lahay.

Penegasan itu disampaikan Moh. Lahay saat tatap muka dengan seluruh PNS di lingkup Pemda Touna yang didampingi oleh Wakil Bupati Touna, Admin A. S Lasimpala dan Sekda Touna Syaiful Laborahima, belum lama ini.

"Ini khusus yang beragama Islam, bahwa pada jam 12 siang memasuki waktu shalat Dzuhur tidak ada lagi aktifitas di kantor, semua melakukan shalat, baik laki-laki maupun perempuan kecuali yang berhalangan," katanya.

Bahkan, untuk memenuhi kewajiban itu kata Moh. Lahay, dirinya akan berupaya membangun mushallah di semua dinas hingga seluruh kantor Kecamatan yang belum ada mushallahnya.

"Mungkin ada yang bertanya kenapa harus shalat berjamaah? Disini saya jelaskan kapan lagi kita mau shalat, kita bekerja mulai dari jam 8 pagi dan sibuk dengan kepentingan urusan dunia, kenapa kita tidak  menggunakan waktu 5-10 menit kita untuk menghadap Allah untuk kepentingan agamanya. Apalagi itu sifatnya wajib," tambahnya.

Ia juga menambahkan, sudah ada beberapa kabupaten di Indonesia yang menerapkan shalat berjamaah bagi seluruh PNS yang beragama Islam.

"Penerapan shalat berjamaah ini harus saya dorong, kapan saya tidak lakukan ini sebagai seorang pemimpin saya akan diminta pertanggungjawaban nanti," tuturnya.

Moh. Lahay menyambung, jika ada yang bertanya kenapa harus berjamaah, kalau kita shalat sendiri dapat 1 derajat, tetapi kita shalat berjamaah mendapatkan 27 derajat, apalagi menyangkut amal masing-masing, bukan untuk pribadi.

"Kalau saya tidak terapkan maka saya akan diminta pertanggungjawaban di akhirat nanti, karena setiap pemimpin wajib mendorong warganya untuk melakukan shalat berjamaah."

"Makanya, setiap dinas ada bidang-bidang yang akan mencatat siapa-siapa yang tidak melaksanakan shalat. Satu dua kali tidak melaksanakan, maka di bagian pulau tempatnya alias dimutasi ke kepulauan," tandasnya. (ris)

Wujudkan Touna Religius

Kabupaten Touna yang diapit oleh Kabupaten Poso dan Banggai terletak di bagian timur Sulteng, selama ini dikenal sebagai wilayah religius yang penduduknya mayoritas pemeluk Islam.

Menurut sumber jefriantogie.blogspot, Islam pertama kali masuk di wilayah Tojo diperkenalkan oleh pedagang-pedagang Bugis yang berasal dari kerajaan Bone sekitar abad XVI.

Islam kemudian cukup berkembang pesat di wilayah Touna, setelah Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua) pendiri Yayasan Pendidikan Alkhairaat yang masuk berdakwah di wilayah Sulteng tahun 1930 M dan mengislamkan sejumlah penduduk Tojo yang saat itu masih belum beragama.

Di Tojo juga sangat dikenal tokoh muslim yang juga sahabat Guru Tua, yaitu Haji Amin yang oleh sebahagian warga Touna sangat dikramatkan karena memiliki kelebihan-kelebihan (karamah). Touna selama ini juga dikenal sebagai basis perguruan Islam Alkhairaat. (bn)


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.