Sunday, 25 June, 2017 - 13:35

GKS 1000 AHB, 2000 Anak Kembali Bersekolah

Dr Hj Hatijah Yahya. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Bidang SMK, Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Dr. Hj Hatijah Yahya mengatakan program Gerakan Kembali Sekolah (GKS) 1000 Anak Harapan Bangsa (AHB) telah berhasil mengakomodir 2000 anak putus sekolah pada 13 Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah untuk kembali mengenyam bangku pendidikan.

“Untuk anggaran GKS 1000 AHB itu tidak tersedia, artinya anak yang masuk ke sekolah ini, khusus usia 16-21 tahun yang memang betul-betul putus sekolah atau tidak bersekolah, mereka masuk dibiayai dengan dana BOS sekolah,” katanya.

Hatijah mengatakan mereka ini sudah dikategorikan anak tidak mampu, mereka tidak dibebani dengan pungutan apapun.

“Untuk pembiayaan seragam sekolah pihaknya tetap rencanakan. Dan biaya lainnya seperti transportasi, makan dan minum di sekolah, itu belum ada, masih hanya sebatas pakaian seragam,” katanya.

Hatijah mengatakan program tersebut adalah salah satu upaya untuk meningkatkan pembangunan indeks manusia di Sulawesi Tengah.
 
“Untuk anak yang tidak bersekolah didorong masuk ke SMK, karena diharapkan, jumlah masyarakat yang berusia 16-21 dapat berpengaruh ke Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Karena indikator IPM salah satunya di bidang pendidikan menengah,” katanya.
 
Namun Hatijah mengatakan pihaknya belum mengetahui peningkatan presentase IPM di Sulteng akibat program GKS 1000 AHB.

“Karena indikator ini tentunya bisa dihitung pada tahun 2018 nanti. Namun yang bisa dilihat adanya peningkatan ketambahan siswa masuk ke SMK,” ujarnya.

Kata dia, bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk SMK di Sulteng saat cukup besar. Oleh karena itu, dirinya berharap pembangunan ruang praktek siswa bisa mendongkrak peningkatan kualitas kompetensi siswa SMK.

“Kami akan melakukan pemenuhan terhadap ruang-raung praktek serta peralatannya. Dengan peralatan yang ada, tentu dengan sendirinya siswa akan terlatih dengan peralatan yang memadai,” katanya.

Hatijah mengatakan ada dua hal penting bagi anak lulusan SMK, yaitu mengisi lapangan kerja  dan menciptakan lapangan kerja.

“Jadi bukan hanya menjadi tenaga kerja, tetapi tak kalah penting, lulusan SMK diharapkan mampu membuka atau menciptakan lapangan kerja yang terampil,” ungkapnya.

Hatijah berharap masyarakat dapat memberikan ruang partisipasi agar anaknya yang putus sekolah bisa kembali bersekolah di SMK.

“Ini sebagai upaya untuk meningkatkan IPM. Perhatian masyarakat sangat penting. Karena apapun yang kita lakukan, tanpa dukungan masyarakat untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak bangsa yang putus sekolah agar kembali bersekolah, maka program ini tidak akan berjalan maksimal,” jelasnya. 


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.