Monday, 23 January, 2017 - 06:26

GMB di Atas Rata-Rata Dirikan Sikola Pomore

 Yaumil Masri bersama anak-anak di Desa Sirenja. (Foto : Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.com - Sikola Pomore adalah sekolah alam berbasis bahasa asing, budaya lokal dan lingkungan di Desa Sirenja wilayah pesisir pantai barat Kabupaten Donggala - Sulawesi Tengah. Sikolah Pomore ini dia bangun di atas lahan milik orang tuanya. Berdirinya Sikola Pomore diinisiasi Yaumil Masri, yang merupakan Alumni Youth Adventure and Youth Leaders Forum - Gerakan Mari Berbagi 2014.

Yaumil juga tercatat sebagai Founder Komunitas Pengembangan Bahasa Asing Kota Palu 2012, Pelatih Sanggar Seni Statis F-Mipa Universitas Tadulako 2012-2013 dan sejumlah lembaga sosial kepemudaan lainnya.

Menurut Yaumil, program project sosial yang dia lakukan adalah Gerakan Mari Berbagi di Atas Rata-Rata. Yang fokus pada project seni budaya, pendidikan, lingkungkan dan anak-anak. Namun dia lebih fokus pada anak-anak, Sabtu (12/9/2015).

Setiap anak memiliki bakat dan kemampuannya masing-masing. Disadari atau tidak, anak-anak yang hidup hari ini adalah calon pemimpin di masa yang akan datang. Indonesia saat ini memiliki jutaan anak yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Indonesia juga memiliki jutaan anak yang saat ini berani bermimpi besar untuk memajukan bangsanya dan dari jutaan anak tersebut ada anak-anak yang bukan hanya berani bermimpi tapi mereka berani mewujudkan mimpi mereka,

Banyak cerita tentang anak-anak pesisir Indonesia yang berani merangkai mimpi mereka menjadi nyata. Sebagian dari mereka adalah anak-anak di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Ada yang putus sekolah, ada yang masih usia sekolah tapi harus membantu orangtua mereka, ada yang dikucilkan oleh teman-teman mereka, ada yang mau sekolah tapi tidak memiliki kemampuan ekonomi, dan masih banyak cerita dari mereka yang kadang-kadang membuat kita merasa miris mendengarnya.

“Saya Fokus ke anak-anak, karena itu yang saya rasa permasalahan yang sangat mendasar di kota palu ini. Pendidikan bagi anak-anak,” katanya.

Selain untuk belajar, sekolah ini juga menjadi tempat bermain anak-anak dan tempat mengembangkan kreatifitas, dan diperuntukan bagi anak-anak usia sekolah dasar.

Sebelumnya, pada tahun 2012, Yaumil mengadakan kegiatan besar yaitu gerakan berbagi 10 ribu buku tulis. 

Namun, kendala dari kegiatan yang akan dilakukan Yaumil beserta relawan lainnya yaitu dana pembangunan yang masih belum ada.  Bagi Anda, yang ingin menjadi relawan, yang ingin memberikan bantuan berupa apapun itu, demi terlaksananya program sosial ini, dapat menghubungi Yaumil melalui akun facebooknya atas nama Yaumil. 

 

Editor : Joko Santoso

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan