Sunday, 22 October, 2017 - 03:21

GNRM Harus Diterapkan Dalam Kehidupan Kerja

SAMPAIKAN SAMBUTAN - Penjabat Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu menyampaikan sambutan pada HUT Matra ke-14  tahun yang berlangsung di Alun-alun  Kota Mamuju Utara, Selasa, 18 April 2017. (Foto : Arsyandi/ Humas Pemprov Sulbar)

Mamuju, Metrosulawesi.com - Gerakan Nasional Revolusi Mental Pemprov yang telah dilaunching oleh Pemprov Sulbar baru-baru ini harus diterapkan dalam kehidupan kerja. Launching tersebut sebagai tindak lanjut dari Instuksi Presiden No. 12 tahun 2016 tentang Revolusi Mental. Terdapat lima gerakan yaitu, Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Bersatu, dan Gerakan Indonesia Mandiri.

Demikian ditegaskan Penjabat Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu pada saat menjadi Inspektur Upacara pada peringatan HUT Matra ke-14 yang berlangsung di Alun-Alun Kota Mamuju Utara,  baru-baru ini.

Peringatan  HUT Matra kali ini mengambil tema “ Dengan Kebersamaan Kita Bangun Mamuju Utara Melalui Semangat Nawa Jiwa”.

Dalam sambutannya, Carlo B. Tewu mengemukakan, bahwa momentum tersebut sebagai wujud apresiasi dan kebanggaan serta rasa syukur dan terima kasih atas terbentuknya Kabupaten  Matra 14 Tahun yang lalu. Saat ini, Sulbar berada pada era reformasi dan sedang membangun nilai-nilai hakiki berdemokrasi dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dijalani selama kurang lebih 19 Tahun. Dalam era reformasi saat ini, Kabupaten  Matra telah dimekarkan yakni pemekaran dari Kabupaten Mamuju sebagai upaya untuk pendekatan pelayanan, baik penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.

“Pemekaran tersebut tidak datang begitu saja, akan tetapi melalui tetesan keringat, kerja keras dan perjuangan yang diawali oleh para pejuang pembentukan Kabupaten Matra. Oleh karena itu kita patut berterima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pejuang pembentukan Kabupaten Matra serta tidak terkecuali pada peran seluruh lapisan masyarakat yang ada di daerah ini,” ucap Carlo.

Lanjut dikatakan, memperingati satu peristiwa sejarah sebagaimana yang diperingati pada hari ini adalah suatu hal yang wajar dan pantas, karena di dalamnya tidak hanya mengingatkan kita akan nilai-nilai historisnya melainkan terkandung makna dan hikmah yang sangat mendalam dan penting untuk sama-sama  merenungi kembali perjuangan atas berdirinya suatu daerah otonom.

“Yang tidak kalah pentingnya,  adalah sudah sejauhmana pengabdian kita bagi daerah yang kita cinta ini. Usia 14 Tahun Kab. Matra bila kita ibaratkan dengan usia kehidupan manusia, merupakan usia yang masih muda belia dalam membangun kemandirian. Untuk itu diharapkan kepada seluruh jajaran Pemerintah dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi, bahu membahu meningkatkan kinerja untuk menata pembangunan guna terciptanya Good Governence sehingga visi dan misi Kabupaten Matra secara khusus serta visi dan misi Provinsi Sulbar secara umum dapat tercapai,” kata Carlo.

Walau usia Kabupaten Matra masih dikategorikan belia, namun kita diberikan apresiasi dan bangga atas perkembangan pembangunan di Kabupaten Matra. Hal tersebut dapat kita dilihat dari indeks pertumbuhan ekonomi yang mencapai sekitar 16,67 persen, sedangkan angka kemiskinan berkurang dari 9 persen menjadi 4 persen dan angka pengangguran turun dari 6 persen menjadi 2 persen.

“Dari kemajuan yang telah dicapai oleh Pemerintah Kabupaten  Matra  agar Pemerintah Kabupaten Matra terus berbenah diri dan meningkatkan kinerja kelembagaan serta partisipasi seluruh  lapisan masyarakat,” harap Jenderal bintang tersebut.

Ayah dari tiga anak tersebut juga meminta kepada hadirin untuk meningkatkan beberapa hal diantaranya, tingkatkan persatuan dan kesatuan serta rasa kebersamaan dalam membangun daerah ini, mantapkan stabilitas keamanan sebagai salah satu faktor penting bagi kesuksesan dan kelancaran roda pembangunan, praktekkan Gerakan Nasional Revolusi Mental harus kita terapkan dalam kehidupan kerja dan menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras dan punya semangat gotong royong.

“Saya juga ingin menyampaikan terima kasih atas peran serta masyarakat Kabupaten Matra yang telah proaktif mensukseskan pelaksanaan Pilgub Sulbar pada 15 Fabruari lalu dalam suasana aman, tertib dan lancar,” ucap Carlo

Di tempat terpisah, Bupati Mamuju Utara Agus Ambo Djiwa saat diwawancarai mengenai upaya Pemkab Mamuju Utara selama ini yang telah berhasil sehingga pertumbuhan ekonomi di Matra yang terus meningkat, mengatakan, itu dilakukan evaluasi dan mengkaji mengenai masalah-masalah yang terjadi, misalnya di periode pertama, selaku Bupati melakukan desa smart tetapi sekarang lebih fokus pada daerah pengembangan.

“Jadi kita bagi klaster pembangunan dengan Sembilan nawa jiwa termasuk melakukan revolusi mental,” tandasnya.

Turut hadir pada upacara tersebut Wakil Bupati Matra, Muh. Saal, Sekda Matra M. Natsir Bupati Mamuju Tengah Aras Tammauni, Wakil Bupati Majene Lukman, Wakil Bupati Polman Natsir Rahmat, Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Nandang, Gubernur Sulbar Pertama Anwar Adnan Saleh, Mantan Anggota DPR RI Enny Anggraeny Anwar, mantan Bupati Polman Ali Baal Masdar, Danrem 142 Tatag Kol. Inf. Taufiq Shobri, Forkopimda, Anggota DPRD Provinsi/Kabupaten, pimpinan OPD provinsi, kabupaten ASN Kabupaten Matra, tokoh Masyarakat, serta undangan lainnya. (hms/mp)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.