Friday, 20 April, 2018 - 22:28

Gubernur Buka Seminar Dan Fornas Bhineka Tunggal Ika Sulteng

FOTO BERSAMA - Staf Ahli Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Pemprov Sulteng,  Normawaty Mardjanu,  foto bersama di sela pembukaan seminar,  Sabtu 7 April 2018. (Foto: Ist)

Palu,  Metrosulawesi.com - Gubernur Sulawesi Tengah yang dilwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Hj. St. Norma Mardjanu, SH, M.Si, MH membuka secara resmi Deklarasi dan Seminar Nasional serta pelantikan pengurus Forum Bhineka Tunggal Ika Provinsi Sulawesi Tengah, bertempat di Gedung Rektorat Universitas Tadulako, Sabtu, 7 April 2018.

Dalam sambutannya, Gubernur menyatakan, Deklarasi Bhineka Tunggal Ika yang dilakukan saat itu adalah bentuk konkrit kepedulian para anak bangsa atas simbol kebhinekaan..

Sebuah simbol kebangsaan yang sejak dahulu kala telah tertancap dan mengakar kuat sebagai kearifan bangsa Indonesia yang substansial fungsinya dalam menjaga persatuan dan kedaulatan wilayah NKRI yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas sampai Rote.

“Kita tidak dapat memungkiri bahwa realitas sosial dan politik Negara Indonesia yang berbasis multi etnik, agama dan kepercayaan, sehingga untuk mengelola kondisi keberagaman ini mutlak harus dikembangkan sikap toleransi dan membumikan kembali budaya kerja gotong royong di dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat sebagai nilai luhur bangsa yang tidak boleh punah, dan dilenyapkan oleh kelompok-kelompok intoleran yang menolak keberagaman yang telah dianugerahkan Tuhan kepada bangsa Indonesia," papar Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan, timbulnya gerakan yang diinisiasi para tokoh lintas agama, etnik dan profesi di Sulawesi Tengah  melalui Deklarasi Seminar Nasional diharapkan  berperan  selaku garda terdepan yang proaktif dalam menetralisir berbagai ancaman perpecahan, gangguan konflik dan upaya-upaya nyata dari pihak-pihak yang ingin mengganti Dasar Negara Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika sebagai Nilai-Nilai Luhur NKRI. 

“Dengan begitu saya harap melalui kegiatan bertema, “Nasionalisme dalam tafsir politik Indonesia kontemporer, menuju penguatan komitmen kebangsaan ini dapat efektif dalam memperkuat komitmen semua elemen kedaerahan di Sulawesi Tengah untuk bersatu padu membela Pancasila, merawat kebhinekaan dan melawan radikalisme, anti toleransi dan anti pluralism," sebut Gubernur.

Ketua DPD Sulawesi Tengah, Surahman Cinu yang baru dilantik dalam sambutannya mengatakan Fornas Bhineka Tunggal Ika merupakan organisasi massa yang konsern dengan isu berperadaban seperti demokrasi dan pluralisme.

demokrasi yang menjadi pilihan politik kebangsaan yang diambil atas dasar memiliki filosofi kuat sebagai media pemersatu. Inilah dasar mengapa Formas Bhineka lahir di Indonesia,  jelasnya.

Hadir pada kesempatan itu, Kapolda Sulawesi Tengah yang diwakili Wadir Intelkam Polda Sulteng, AKBP Drs. Suliono, Rektor Universitas Tadulako yang diwakili Dekan Fisip Untad DR. Moh. Nur Ali, M.Si, Ketua DPP Forum Nasional Bhineka Tunggal Ika, DR. Saiful Rohim, M.Si Ketua DPD Forum Nasional Bhineka Tunggal Ika, Drs. Surahman Cinu, M.Si serta undangan terkait lainnya.