Tuesday, 23 May, 2017 - 18:59

Gubernur Minta SKPD Genjot Realisasi Anggaran

Gubernur Sulteng Longki Djanggola memperlihatkan tanda penghargaan dari pemerintah pusat atas kinerja Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Sulteng di kantor Gubernur Sulteng, Senin (16/11/2015). (Foto : Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.com - Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengharapkan, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang belum mencapai serapan anggaran dapat mengambil langkah-langkah percepatan realisasi anggaran sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Hal itu diungkapkan saat memimpin rapat pimpinan evaluasi dan pengawasan realisasi anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Sulteng periode 31 Oktober 2015 di ruang Polibu, Senin (16/11/2015).

Kepala Biro Pembangunan dan SDA Sulawei Tengah, Yanmart Nainggolan dalam rapat itu mengungkapkan, masih ada SKPD yang serapan anggarannya masih rendah sebagai akibat keterlambatan penetapan anggaran perubahan 2015.

Meski demikian, realisasi anggaran tahun 2015 lebih baik dibanding TA 2013 dan 2014 dari sisi realisasi. Diharapkan realisasi keuangan TA 2015 mengalami perbaikan dan dapat terealisasi sebesar 97 persen. Sebab 2014 hanya 95,96 persen, dan 2013 hanya 94,48 persen.

Yanmart Nainggolan memaparkan, sampai akhir Oktober realisasi keuangan terhadap belanja daerah Rp3,127 triliun yakni Rp 2.256 triliun atau sekitar 72,14 persen.

Realisasi itu meliputi belanja tidak langsung dari pagu anggaran Rp1,598 triliun dan dapat terealisasi Rp1,335 triliun atau sekitar 83,54 persen.

Sedangkan realisasi belanja langsung dari pagu anggaran Rp 1,528 triliun, terealisasi Rp920 miliar atau sekitar 60,21 persen.
Adapun serapan belanja barang dan jasa dari alokasi anggaran sebesar Rp 887 miliar pada APBD Perubahan dapat terealisasi sebesar Rp563 miliar atau 63,51 persen.

Belanja modal pada APBD perubahan Rp 492 miliar, terealisasi Rp 223 miliar atau sekitar 54,64 persen.

2016 Ditarget Rp3,1 Triliun

Sementara itu, Senin (16/11/2015) malam, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola pada rapat paripurna pidato pengantar nota keuangan rancangan APBD 2016 di DPRD provinsi, mengatakan target pendapatan daerah untuk tahun anggaran 2016 sebesar Rp3,168 triliun. Target tersebut naik 5,65 persen dibanding APBD perubahan 2015.

"Terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp169,5 miliar dibanding APBD perubahan 2015 hanya Rp2,998 triliun," kata Longki Djanggola seperti dikutip Antaranews.

Rencana pendapatan tersebut ditopang dari pendapatan asli daerah sebesar Rp972,4 miliar. Pendapatan asli daerah itu naik tipis 1,76 persen dibanding APBD Perubahan 2015 sebesar Rp955,5 miliar.

Pendapatan asli daerah tersebut masing-masing bersumber dari pendapatan pajak daerah yang ditargetkan sebesar Rp864,8 miliar, retribusi daerah sebesar Rp3,5 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp13,2 miliar dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp90,7 miliar.

Target pendapatan terbesar diharapkan dari dana perimbangan yang diproyeksikan sebesar Rp1,699 triliun.

Dana perimbangan tersebut masing-masing bagi hasil pajak dan hasil bukan pajak sebesar Rp377,4 miliar.

Selanjutnya dana alokasi umum sebesar Rp1,321 triliun. Sementara untuk dana alokasi khusus belum dapat diproyeksikan.

Target pendapatan juga akan ditopang dari lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp496,6 miliar masinng-masing bersumber dari pendapatan hibah sebesar Rp12,1 miliar dan dana penyesuaian sebesar Rp484,4 miliar.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.