Friday, 28 July, 2017 - 06:50

Gubernur Sulteng Akan Temui Menteri ESDM

Kepala Dinas ESDM Sulteng, Bambang Sunaryo. (Foto : Dok Metrosulawesi/ Tahmil Burhanudin)

Palu, Metrosulawesi.com - Gubernur H Longki Djanggola melalui Kepala Dinas ESDM Sulteng Bambang Sunaryo menanggapi pernyataan Muh Masykur, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Provinsi Sulteng soal transparansi Participating Interest (PI) 10% dari PT Donggi Senoro Liquid Natural Gas (LNG) sebagaimana diterima Metrosulawesi melalui rilis Biro Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng, Rabu, 8 Februari 2017.

Bambang mengatakan, participating Interest (PI) 10% adalah besaran maksimal 10% participating interest (penyertaan modal) pada Kontrak Kerja Sama (KKS) yang wajib ditawarkan oleh Kontraktor kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

PI 10% katanya, diberlakukan sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Bambang mengatakan, PP 35/2004 tidak berlaku surut. Artinya hanya diberlakukan pada kontrak yang terjadi setelah terbitnya PP tersebut. Artinya, bahwa Kontrak Kerja Sama untuk tambang minyak Tiaka dan gas di Blok Matindok serta Blok Senoro, yang ditandatanganinya sebelum tahun 2004  tidak termasuk yang diwajibkan untuk menawarkan PI 10% kepada BUMD.

Namun demikian kata Bambang, Gubernur telah melakukan upaya untuk mendapatkan peluang memperoleh PI 10% melalui permohonan yang disampaikan dalam pertemuan dengan Kemenko Kemaritiman pada tanggal 23 Agustus 2016, yang dihadiri oleh pejabat terkait dari Kementrian ESDM, PT. Pertamina dan lain lain.

Tindak lanjut dari pertemuan di Kemenko Kemaritiman adalah pertemuan antara Gubernur dengan Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kemen ESDM tanggal 24 Oktober 2016, hasilnya adalah kembali pada acuan semula yakni PI 10% untuk BUMD hanya berlaku untuk  KKS mulai tahun 2004 (terbitnya PP 35/2004).

“Namun demikian, Gubernur telah dijadwalkan kembali akan bertemu dengan Menteri ESDM minggu depan, dimana salah satu agenda beliau adalah membicarakan PI 10%, terkait telah dikeluarkannya Permen ESDM No. 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10% (Sepuluh Persen) pada wilayah kerja minyak dan gas bumi,” pungkasnya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.