Thursday, 16 August, 2018 - 20:05

Guru Dimutasi karena Gunting Rambut Murid

Kamarudin. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Morowali, Metrosulawesi.com - Seorang guru di Morowali diganjar mutasi gara-gara menggunting rambut muridnya. Masalahnya, murid tersebut adalah anak pejabat di Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Morowali.

Sang pejabat yang kepala bidang Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Morowalimemproses penerbitan SK guru tersebut. Diduga karena keberatan dan tidak menerima kejadian yang dialami anak kandungnya setelah mengetahui sepulang sekolah rambut anaknya itu sudah dicukur oleh guru sekolahnya.

Lalu dengan jabatan yang dimilikinya oknum Kabid membuat SK, yang isinya memerintahkan guru sekolah yang melakukan pindah dari tempat semula mengajar dari sekolah SDN 3 Tofoiso ke sekolah lainnya diKabupaten Morowali.

Sesampainya SK di tangan nama yang ditujukan masalah ini kemudian menjadi besar oleh karena oknum guru itu kurang puas dan ingin mencari tahu sejauh mana tingkat kesalahan dan pelanggaran yang sudah dilakukan sehingga harus menerima sanksi mutasi.

Sekretaris Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Morowali, Kamarudin menjelaskan, kepala bidang (Kabid) mutasi sudah melakukan pekerjaan yang keliru. Karena sengaja menerbitkan SK mutasi tanpa harus mengikuti prosedur yang berlaku.

"Kejadian ini saya baru tahu setelah viral diberitakan.Tapi yang pasti SK itu,akan saya tarik.Mengapa demikian,karena SK tersebut diterbitkan tanpa melalui tata cara yang berlaku," terang Kamarudin di ruang kerjanya,Selasa, 7 Agustus 2018.

"SK itu, yang menandatangani Pak Sekda Morowali dan besar kemungkinan Pak Sekda juga tidak terlalu meneliti sebelum menandatangani. Hal ini tidak perlu lagi kita besar-besarkan, karena saya melihat hanya masalah kekeliruan saja," ujarnya.

Diketahui oknum guru yang menerima sanksi SK mutasi tersebut didampingi dari beberapa pengurus PGRI Kabupaten Morowali sudah menemui Sekretaris BKPP dan menjelaskan permasalahan yang terjadi. Dan oknum Kabid pada saat ini belum ada di tempat sedang mengikuti tugas dinas di luar daerah.   

 

Editor: Syamsu Rizal