Wednesday, 26 April, 2017 - 16:00

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Hadiri Musrenbang Kabupaten Parimo, Ahmad Ali Minta Polisi Utamakan Fungsi Edukasi

Ahmad Ali saat bicara di forum Musrenbang Kabupaten Parimo. (Foto : Ist)

Parimo, Metrosulawesi.com - Pemerintah Kecamatan Moutong mengundang Anggota Komisi III DPR RI Ahmad M Ali, mengikuti Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Dihadapan kepala desa, Ahmad M Ali menyampaikan substansi pelaksanaan Musrenbang.

"Salah satu kebiasaan yang membuat kepala desa jenuh mengikuti Musrenbang karena lain yang diusulkan lain yang telaksana," ujar Ahmad Ali, Gedung Santigi, Moutong, Jumat 3 Maret 2017.

Menurut Ahmad M Ali, tradisi Musrenbang ini sebenarnya baik dan begitulah seharusnya pembangunan itu dilaksanakan. Tetapi dari sekian banyak usulan yang muncul dalam Musrenbang, jarang sekali yang terlaksana.

"Banyak usulan dalam Musrenbang tidak bisa terealisasi karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Sehingga itulah, perlu maksimalisasi komunikasi pembangunan antara pusat dan daerah," jelasnya.

Bagi Ahmad M Ali, sulit bagi anggota DPR RI berjuang agar usulan masyarakat terealisasi kalau tidak ada komunikasi dari pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Ahmad Ali juga menyinggung soal tata kelola dana desa yang baik.

"Anggaran dana desa dan dana desa merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Semua itu ditujukan untuk mendorong pembangunan desa dan menciptakan titik tumbuh baru," ujarnya.

Dalam kapasitas sebagai anggota Komisi III, ia meminta pihak Kepolisian dan Kejaksaaan mengutamakan aspek edukasi dan pencegahan bukan tindakan represif.

"Tidak semua kepala desa memahami dengan baik sistem akuntansi moderen. Jadi perlu ada fungsi edukasi hukum," jelasnya.

Sebab kata Ali, mekanisme pengelolaan keuangan yang sangat ketat membuat seringkali kepala desa menjadi kaku dalam mengelola dana desa. Akibatnya, pembangunan dan serapan anggaran tidak maksimal.

Olehnya kata Ali, perlu ada keterbukaaan, kerjasama yang baik dan edukasi pengelolaan dana desa.

"Musrenbang itu selalu persoalannya cuma satu : apa yang diusulkan, lain yang muncul," kata Ahmad H. Ali saat diminta bicara pada Musrenbang Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong.

Kata pembuka ini langsung diaminkan dengan teriakan menyerupai koor dari para peserta Musrenbang : betuuuuuul.

"Apa yang terjadi selama ini tidak lain dari keterbatasan dana yang dimiliki untuk membiayai program-program tersebut. Karena itulah menjadi penting komunikasi antara pemerintah daerah dengan anggota legislatif dari daerah yang ada dipusat," lanjut Ahmad H. Ali.

Namun sayangnya, aku Ahmad H.Ali, sejak dirinya menjadi anggota DPR RI dari tahun 2015, pejabat Kabupaten Parigi Moutong tidak pernah melakukan komunikasi dengannya.

"Cobalah kalau ke Jakarta singgah juga di DPR RI, apalagi saya ini badan anggaran Partai Nasdem di DPR RI. Bagaimana caranya lita mau bantu kalau tidak pernah ba kase tahu ? Padahal saya lihat hampir tiap bulan dorang ada di Jakarta," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Camat Moutong, Abdun, meminta Ahmad H. Ali memperjuangkan anggaran jalan lingkar kantor kecamatan karena tidak terserap pada APBD dan ADD.

"Kami juga ingin tempat kami seperti tempat lainnya yang punya landscape agar dikenang orang yang pernah singgah," kata Abdun.

"Memang selama ini yang datang dan berkomunikasi sama saya adalah teman-teman lama tang kebetulan sekarang jadi kepala desa atau camat," jawab Ahmad H. Ali disambut gelak tawa peserta Musrenbang. (***)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.