Friday, 17 August, 2018 - 13:51

Haji La Tunrung Bersiap Layani Calon Haji

PENUKARAN UANG - PT Haji La Tunrung A.M.C Cabang Palu di Jalan Jalan Danau Poso Nomor 12 C Palu menyiapkan jasa penukaran uang Riyal. (Foto : Moh Rizal/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - PT Haji La Tunrung A.M.C Cabang Palu, bersiap melayani jamaah calon haji yang hendak menukar uang Rupiah ke Riyal Arab Saudi (SAR) sebelum meninggalkan Tanah Air.

Costumer Service PT Haji La Tunrung A.M.C Cabang Palu Zulbi Husaiba, Kamis 11 Agustus 2016 mengatakan diperkirakan jamaah haji akan mulai datang menukarkan uang, akhir pekan ini calon.

Diketahui, selama menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, para jamaah haji membutuhkan uang Riyal Arab Saudi (SAR) untuk berbagai keperluan seperti naik kendaraan umum, membeli makan dan minum, membeli souvenir di tempat tempat ziarah, membeli sejumlah kebutuhan pribadi, berbelanja oleh-oleh dan sedekah.

Zulbi Husaiba mengatakan banyak jamaah haji yang baru menukarkan uang Riyal sesaat setelah tiba di Tanah Suci. Hal itu sering merepotkan. Sebab mereka harus antre dengan jamaah lain dari berbagai negara. Disamping itu, nilai tukar Rupiah terhadap Riyal di Tanah Suci umumnya lebih rendah sehingga jamaah sebetulnya rugi kurs.

PT Haji La Tunrung A.M.C Cabang Palu, memberikan solusi kepada para calon jamaah haji (CJH). Perusahaan jasa penukaran uang asing yang beralamat di Jalan Danau Poso, Palu ini menyediakan tempat penukaran valuta asing (valas) dan juga menyediakan denominasi Riyal tersebut mulai dari 1, 10 hingga 50 riyal.

Zulbi Husaiba mengatakan, dengan  menukarkan rupiah di negara sendiri para calon jamaah haji lebih leluasa. Sebab, mereka sudah memiliki Riyal sejak masih di Tanah Air dan juga mereka tidak dirugikan oleh selisih kurs kalau menukar riyal di Tanah Suci.

“Biasanya tempat penukaran uang di Arab Saudi, terlebih saat musim haji selalu ramai, dan banyak antrean para jamaah dari negara lain, sehingga sangat merepotkan,” katanya.

Para calon jamaah haji disarankan agar menukarkan uang saku ke mata uang Riyal selagi di Tanah Air. Sebab, untuk mendapatkan pecahan nominal kecil di Tanah Suci cenderung sulit.


Editor : Syamsu Rizal