Friday, 17 August, 2018 - 17:16

Hakim Tolak Eksepsi Dua Terdakwa Korupsi Proyek RSU Wakai

Palu, Metrosulawesi.com - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Palu menolak eksepsi yang diajukan oleh terdakwa Suardi dan terdakwa Annaddarah Shopiah terkait dakwaan telah melakukan tindakan korupsi dana pekerjaan pembangunan saluran depan dan samping Rumah Sakit Umum (RSU) Wakai Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) tahun 2014.

Penolakan eksepsi itu tertuang dalam putusan sela yang dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Palu, Rabu, 4 April 2018.

Majelis Hakim Ketua, I Made Sukanada yang didampingi Felix Da Lopes dan Margono masing-masing Hakim anggota dalam putusannya mengatakan, bahwa eksepsi yang diajukan oleh kedua terdakwa sudah masuk pokok perkara. Olehnya, eksepsi tersebut ditolak, dan sidang dilanjutkan dengan agenda pembuktian.

"Jaksa Penuntut Umum (JPU) diperintahkan untuk menghadirkan saksi-saksi pada sidang berikutnya," tegasnya.

Diketahui, bahwa JPU Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Touna di Wakai dalam dakwaannya menyebutkan, bahwa terdakwa Suardi didakwa korupsi dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Touna. Sedangkan terdakwa Annaddarah Shopiah didakwa korupsi dalam kapasitasnya sebagai Asisten Teknis pada Dinkes Touna.

Dakwaan yang sama juga terhadap terdakwa Fadhli Hasmin (berkas terpisah). Fadhil Hasmin selaku kuasa Direktur CV Indi Gita Persana didakwa telah melakukan korupsi dana pekerjaan pembangunan saluran depan dan samping Rumah Sakit Umum (RSU) Wakai Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) tahun 2014.

Bahwasanya, pada tahun 2014, ada pekerjaan pembangunan saluran depan dan samping Rumah Sakit Umum (RSU) Wakai  Kabupaten Touna. Anggaran proyek tersebut bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) perubahan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tahun 2014, yakni belanja langsung pada Dinas Kesehatan Tojo Una-Una dengan total anggaran senilai. Rp412.531.000. Namun dalam perjalanannya, ada temuan dalam proyek tersebut yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara senilai Rp283.241.874 sebagaimana tertuang dalam laporan hasil audit dari Inspektorat Kabupaten Touna pada 15 April 2016.

Perbuatan para terdakwa diatur dan diancam pidana dalam dakwaan primair Pasal 2  jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dan subsidair  Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang  pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


Editor: Syamsu Rizal