Friday, 21 September, 2018 - 10:21

Harga Bahan Makanan Turun Selama Februari 2018, Kota Palu Deflasi 0,31 Persen

Palu, Metrosulawesi.com - Selama Februari 2018, Kota Palu mengalami deflasi sebesar 0,31 persen. Pada bulan yang sama, inflasi year on year Kota Palu mencapai 3,05 persen. Deflasi Kota Palu bulan lalu dipengaruhi oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan (2,92 persen).

Selama Januari 2018, hasil pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, terhadap perkembangan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat Kota Palu, menyebutkan kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks harga sebesar 2,92 persen yakni dari 140,51 pada Januari 2018 menjadi 136,41 pada Februari 2018.

“Secara keseluruhan kelompok bahan makanan memberikan andil negatif terhadap inflasi sebesar 0,612 persen. Penurunan indeks harga terjadi pada subkelompok ikan segar (9,60 persen), bumbu-bumbuan (7,55 persen), buah-buahan (2,38 persen), kacang-kacangan (1,68 persen), telur, susu dan hasil-hasilnya (1,17 persen), lemak dan minyak (0,90 persen). Kenaikan indeks harga terjadi pada subkelompok ikan diawetkan (3,24 persen), padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya (2,73 persen), sayur-sayuran (1,85 persen), bahan makanan lainnya (0,46 persen), serta daging dan hasil-hasilnya (0,16 persen),” demikian rilis BPS Sulteng, Kamis 1 Maret 2018.

Sementara dari kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, jika dibandingkan bulan sebelumnya, kelompok ini mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,08 persen dari 145,79 pada Januari 2018 menjadi 145,91 pada Februari 2018. Andil kelompok ini secara keseluruhan terhadap inflasi sebesar 0,019 persen. Kenaikan indeks harga terjadi pada subkelompok makanan jadi sebesar 0,10 persen, tembakau dan minuman beralkohol sebesar 0,06 persen, serta minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,05 persen.

Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,50 persen, yakni dari 129,87 pada Januari 2018 menjadi 130,52 pada Februari 2018. Secara keseluruhan, kelompok ini memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,118 persen. Selama Februari 2018, subkelompok pengeluaran biaya tempat tinggal mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,78 persen, perlengkapan rumah tangga sebesar 0,21 persen dan penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,19 persen. Sementara subkelompok bahan bakar, penerangan dan air relatif stabil.

Untuk kelompok sandang, mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,33 persen, yakni dari 112,33 pada Januari 2018 menjadi 112,70 pada Februari 2018. Secara keseluruhan, andil kelompok sandang terhadap inflasi adalah sebesar 0,018 persen. Seluruh subkelompok pengeluaran mengalami kenaikan, dimana subkelompok pengeluaran sandang laki-laki mengalami kenaikan sebesar 0,54 persen, barang pribadi dan sandang lain (0,54 persen), sandang wanita (0,13 persen) dan sandang anak-anak (0,04 persen).

Selanjutnya indeks harga pada kelompok kesehatan, mengalami kenaikan sebesar 2,14 persen dari 122,64 pada Januari 2018 menjadi 125,26 pada Februari 2018. Andil kelompok ini secara keseluruhan terhadap inflasi sebesar 0,085 persen. Selama Februari 2018, subkelompok jasa kesehatan mengalami kenaikan indeks harga sebesar 3,24 persen, obat-obatan sebesar 2,30 persen dan perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 1,63 persen. Sementara subkelompok jasa perawatan jasmani relatif stabil.

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,46 persen dari 125,50 pada Januari 2018 menjadi 126,08 pada Februari 2018, sehingga andil kelompok ini terhadap inflasi secara keseluruhan adalah sebesar 0,028 persen. Subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan mengalami kenaikan indeks harga sebesar 2,87 persen, kursus-kursus/pelatihan sebesar 1,01 persen dan rekreasi sebesar 0,28 persen. Sementara dua subkelompok lainnya yaitu pendidikan dan olahraga relatif stabil selama periode Februari 2018.

Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan selama Februari 2018 mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,17 persen dari 129,74 pada Januari 2018 menjadi 129,96 pada Februari 2018, sehingga andil kelompok ini terhadap inflasi secara keseluruhan sebesar 0,031 persen. Subkelompok transpor dan sarana dan penunjang transpor mengalami kenaikan indeks harga masing-masing sebesar 0,23 persen dan 0,20 persen. Sementara dua subkelompok pengeluaran lainnya dalam kelompok ini yakni komunikasi & pengiriman dan jasa keuangan semuanya relatif tidak mengalami perubahan indeks harga.

Dalam tiga tahun terakhir, Kota Palu tercatat mengalami perbedaan arah angka inflasi di bulan Februari. Kota Palu pada periode Februari 2018 mengalami deflasi sebesar 0,31 persen. Sedangkan periode Februari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,29 persen, kemudian pada periode yang sama di tahun 2016 terjadi deflasi sebesar 0,61 persen.

Sementara laju inflasi tahun kalender hingga Februari 2018 sebesar 0,37 persen, dibandingkan periode yang sama di tahun2017 sebesar 1,61 persen dan tahun 2016 sebesar -1,01 persen. Inflasi year on year pada Februari 2018 sebesar 3,05 persen, menjadi yang terendah selama tiga tahun terakhir jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017 sebesar 4,19 persen dan tahun 2016 sebesar 4,92 persen.