Thursday, 16 August, 2018 - 20:15

Harga Daging dan Ayam Potong Naik

ALAMI KENAIKAN - Suasana pedagang daging sapi di Pasar Inpres Manonda Palu, Kamis 9 Agustus. Menjelang Idul Adha, harga daging sapi mengalami kenaikan. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Menjelang lebaran hari raya Idul Adha harga daging dan ayam potong di dua pasar tradisional di Palu—pasar Masomba dan Manonda melonjak tinggi.

"Sudah biasa terjadi seperti ini. kenaikan ini dipicu oleh mahal pakan ternak. Sehingga, kami sebagai pedagang di pasar kalau tidak begitu kita mau makan apa, sedangkan mata pencarian kami hanya di sini," kata Aco salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Inpres Manonda kepada Metrosulawesi, Kamis 9 Agustus.

Pantauan Metrosulawesi, Kamis 9 Agustus, harga ayam potong dibandrol hingga Rp27 ribu per kilogramnya.

Selain harga pakan, kenaikan ayam potong juga dipicu banyaknya permintaan sementara pasokannya tidak bertambah. Saat ini katanya, yang paling banyak permintaan datang dari pemilik rumah makan.

"Pesanan yang mereka inginkan sangat banyak 10 sampai 20 ekor per hari. Sementara pasokan ayam dari pemasok sangat kurang. Sehingga daging ayam yang telah dipesan harus dikurangi itu biasa kendala yang kami hadapi," ujarnya.

Pedagang lainnya, Jumardin mengatakan harga daging ayam berpluktuasi antara Rp25 ribu hingga Rp 27 ribu per kilogram.

"Hanya turun sedikit saja Rp2 ribu, kadang sampai Rp23 ribu perkilogram harganya. Kalau dekat lebaran begini tergantung dari stok daging ayam kalau banyak dijual murah begitu sebaliknya kalau sedikit kami jual mahal," katanya.

Sementara daging sapi di Pasar Inpres Manonda kini dijual Rp120 ribu per kilogram.

"Sebelum lebaran idul fitri mengalami kenaikan. Apalagi ini sudah mau mendekati hari raya kurban pasti naik lagi," ungkap Fadilah, salah satu pedagang daging sapi di Inpres Manonda. Sebelumnya harga daging sapi berkisar Rp 110 ribu per kilogram.

Harga tulang sapi juga mengalami kenaikan dari Rp55 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram. Sedangkan, harga normalnya untuk kaki sapi berkisar antara Rp150 ribu sampai Rp170 ribu perkilonya.

Daging sapi yang dijual di Pasar Inpres Manonda selama ini berasal dari Kabupaten Parigi Moutong, Donggala, Sulawesi Barat dan Gorontalo.

Menjelang idul qurban saat ini kata Fadilah, pedagang sapi dari daerah itu terkesan menahan dan kebanyakan langsung menjual sapinya ke masyarakat yang ingin berkurban.

" Kita lihat dari kondisi pasarannya sapi. Sekarang sapi sudah mulai mereka tahan karena sudah mendekati lebaran sapi mereka langsung jual untuk pembeli yang ingin berkurban. Sekarang yang kami jual 70 kilogram makanya harganya mahal," katanya.

"Kita sudah tahu rumusnya apalagi dekat lebaran begini jelas kita sebagai pengecer juga harus ikut menaikkan harga. Untuk kaki sapi yang kami jual jelang lebaran biasa naik antara Rp250 ribu sampai Rp300 ribu rupiah. Tergantung kita lihat pasaran saja kalau permintaan pasar meningkat stok daging masih kurang sudah pasti kami harus naikkan harga," pungkasnya.


Editor: Udin Salim