Thursday, 17 August, 2017 - 19:55

Harga Ikan di Palu Naik, Pembeli Sepi

Salah satu lapak penjual ikan di Pasar Inpres Manonda sepi pembeli. (Foto : Fika Faradila)

Palu, Metrosulawesi.com - Harga ikan di pasar tradisional naik seiring berkurangnya pasokan dari nelayan. Seperti di Pasar Inpres Manonda, beberapa pedagang ikan eceran mengaku terpaksa menaikan harga ikan karena sulitnya mendapatkan ikan pada nelayan.

Pedagang ikan eceran Roni mengatakan, naiknya harga ikan sudah terjadi tiga hari.

"Para nelayan jarang yang melaut, karena kesulitan mendapatkan Solar, sehingga harga jual ikan mereka naikkan," ujar Roni, Sabtu (15/11/2014).

Roni yang membeli ikan di nelayan di Kabupaten Donggala terpaksa mengurangi ikan yang ia beli. Menurutnya, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang terjadi beberapa hari belakangan ini memicu naiknya harga ikan.

Sebelum ada rencana harga solar naik, ia bisa memasok ikan dua hingga tiga kotak gabus. Sekarang ia hanya bisa membeli satu kotak gabus ikan. Ia mengatakan harga satu kotak ikan sebelumnya hanya Rp300 ribu, sekarang menjadi Rp500 ribu per kotak 60 kilogram.

“Harga semua jenis ikan naik. Sebelumnya yang kami jual Rp10 ribu kami naikkan menjadi Rp20 ribu, dan ikan yang harga Rp20 sekarang menjadi Rp30 ribu,” katanya.

Roni mengeluhkan dampak langkanya BBM, karena naiknya harga ikan membuat dagangannya menjadi sepi.

"Selama harga ikan naik, pembeli saya sepi, sebelumnya pendapatan saya per hari hingga Rp300 ribu, sekarang hanya Rp150 ribu, bahkan biasa kurang dari itu," keluh Roni.
 

 



Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.